Rabu, 12 Agustus 20

Buat Kebijakan Berbasis Riset, KPU Kerjasama LIPI dan Australia

Buat Kebijakan Berbasis Riset, KPU Kerjasama LIPI dan Australia

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar acara pelatihan bagi jurnalis Pemilihan Umum (Pemilu) tentang pentingnya kebijakan kepemiluan berbasis riset untuk pemilu yang berkualitas.

Selain acara, KPU juga bekerjasama dengan LIPI, Australian Electoral Commission (AEC) dan Lembaga Studi Pers dan Pembagunan (LSPP). Yang juga sebelumnya telah membentuk Electoral Research Institute (ERI), lembaga riset yang berupaya memproduksi kajian akademis politik dan kepemiluan.

“Kolaburasi antara KPU, LIPI, AEC dan ERI supaya pengadaan berita pemilu itu bisa diikuti oleh Masyarakat,” ujar Ketua KPU, Husni Kamil Manik dalam sambutannya diacara ‘Workshop Jurnalis Peliputan Pemilu’ di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2015).

Menurut Husni, pemilu merupakan kegiatan secara mufakat menjadi even yang sangat penting bagi masyarakat bernegara dan bernegara.

Dia juga berharap bahwa proses penyebarluasan informasi dapat dilakukan secara baik sesuai dengan norma dan kode etik jurnalistik yang berlaku.“Dalam konteks workshop ini, kami (KPU) menginginkan supaya proses penyebarluasan informasi kepemiluan bisa disampaikan dengan cara yang baik sesuai dengan norma dan kode etik jurnalistik,” turur Husni.

Dikatakan Husni, Hal tersebut perlu dilakukan agar masyarakat dapat menerima informasi itu secara jelas dan objektif. “Ini penting supaya penyajian berita kepemiluan itu bisa diikuti oleh masyarakat umum secara objektif, dan juga dapat memberi manfaat baik,” ujar dia.

Secara khusus, ia berharap agar penyampaian berita dapat disajikan secara mendalam sebagai bentuk kepedulian jurnalis dalam memberikan pendidikan politik kepemiluan yang baik kepada masyarakat.

“Kita ingin menambahkan 1 (satu) hal substantif kepada rekan jurnalis, yaitu bagaimana menyusun suatu peristiwa kepemiluan dengan pola mendalam dengan metode riset, sehingga publik dapat menerima manfaat yang lebih selain informasi kepemiluan,” tmbahnya..

Sementara itu, Peneliti LIPI Sri Nuryanti berharap acara tersebut dapat memberikan perspektif keilmuan yang baru dalam bidang kepemiluan bagi para jurnalis pemilu.

“Saya pikir kegiatan workshop ini perlu, untuk me – recharge ulang pemahaman kita terkait isu-isu terkini mengenai kepemiluan, sehingga dapat disampaikan kepada publik dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, acara tersebut dilaksanakan terkait proses penyampainan informasi kepemiluan kepada masyarakat atau publik.

Untuk diketahui, acara workshop tersebut didukung oleh Australian Electoral Commission (AEC) dan Lembaga Studi Pers dan Pembagunan (LSPP) itu akan berlangsung selama 2 (Dua) hari 17-18 Januari 2014, dengan 20 orang peserta workshop dari berbagai media massa‬. (Pur)

Related posts