Sabtu, 4 Desember 21

BRIsat Kebutuhan BRI untuk Melayani Nasabah di Pelosok Daerah

BRIsat Kebutuhan BRI untuk Melayani Nasabah di Pelosok Daerah
* David Sutyanto.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kamis (16/6/) besok Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki satelit perbankan di dunia. Satelit tersebut menyita  perhatian banyak kalangan. Pengamat perbankan sekaligus Kepala Riset First Asia Capital, David Sutyanto, menilai hadirnya BRIsat merupakan komitmen dalam pelayanan kepada nasabah, khususnya yang ada di pelosok daerah.

Satelit tersebut bernama BRIsat yang diluncurkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) guna melengkapi pelayanan perbankan di Indonesia,  yang juga menjangkau ASEAN, Asia Timur termasuk sebagian Tiongkok, Laut Pasifik termasuk Hawai dan Australia Barat.

David mengungkapkan satelit yang akan diluncurkan di Spaceport, French Guiana (Guiana Space Center)  pukul 17.30-18.15 waktu setempat ini, akan memiliki nilai tambah dalam pelayanan dan operasionalnya kepada nasabahnya. Sebab BRI memang membutuhkan komunikasi cepat karena mayoritas nasabahnya berada di pelosok-pelosok daerah tidak seperti bank lain biasanya yang bermain di kota-kota dengan infrastruktur baik.

“Ke depannya BRI akan dapat melakukan ekspansi ke pelosok nusantara tanpa harus khawatir mengenai jaringan telekomunikasinya,” katanya kepada Obsessionnews.com, Rabu (15/6/2016).

Menurutnya, dengan adanya satelit tersebut diprediksikan akan menarik bank lain untuk berkerjasama dengan BRI di mana selain dipakai sendiri oleh BRI, juga akan disewakan untuk kepentingan bisnis lainnya.

David mengamati, BRIsat ada karena nature bisnis dari BRI untuk melayani nasabahnya, sehingga dengan satelit sendiri maka BRI dapat menghemat biaya telekomunikasi dan menjangkau pelosok nusantara tanpa hambatan yang berarti. Sedangkan bagi bank lain umumnya berada di kota-kota sehingga tidak membutuhkan komunikasi via satelit yang menggunakan jaringan kabel atau fiber optik.

Satelit BRI. (perbankan-id.blogspot.com)
Satelit BRI. (perbankan-id.blogspot.com)

Selain itu, lanjutnya, dilihat dari kinerja BRI (BBRI) di lantai bursa saham, Kinerja BRI dibandingkan emiten bank unggulan lainnya sepanjang 1Q16 relatif lebih kuat di tengah tren kenaikan non performing loan (NPL).

Rasio NPL Gross perseroan di akhir Maret 2016 di 2,22 persen hanya naik tipis dari 1Q15 sebesar 2,17 persen.

“Kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan rasio NPL gross Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik mencapai 2,89 persen dari 1,81 persen dan NPL gross Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang naik ke 2,8 persen dari 1Q15 sebesar 2,1 persen,” tuturnya.

Laba bersih 1Q16 BBRI naik tipis 1,66 persen mencapai Rp6,24 triliun dibandingkan 1Q15 sebesar Rp6,14 triliun.

“BBRI tahun ini menargetkan angka NPL di kisaran 2,1 persen -2,4 persen,” paparnya.

Selain itu David memprediksikan hadirnya BRIsat juga akan meningkatkan nasabah khususnya dengan ekspansi BRI ke pelosok nusantara.

Pastinya nasabah mereka akan meningkat seiring dengan ekspansi mereka ke pelosok nusantara,” tutup David. (Aprilia Rahapit, @aprilia_rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.