Selasa, 19 Oktober 21

Bridestory Fair Ungkap Tren Pernikahan 2016

Bridestory Fair Ungkap Tren Pernikahan 2016

Jakarta, Obsessionnews – Pangsa pasar pernikahan di Indonesia semakin berkembang. Lebih dari dua juta pasangan menikah setiap tahunnya. Dalam memahami industri pernikahan, Bridestory, wedding marketplace terdepan di Asia Tenggara merilis Tren Pernikahan 2016 di Indonesia, yang diikuti survey dari 4.000 pengantin pria dan wanita, yang akan bercerita secara lengkap mengenai persiapan pernikahan, termasuk tema, anggaran, preferensi busana, tren foto pre-wedding, dan masih banyak lagi.

“Hasil survei dari Tren Pernikahan Indonesia 2016 menyatakan hanya 4 dari 10 pernikahan di Indonesia yang masih dibiayai oleh orang tua dari para pengantin. Walaupun orang tua turut mengeluarkan biaya untuk pesta pernikahan, 52,6% mereka membiayai pernikahan mereka secara keseluruhan,” ungkap Kevin Mintaraga, co-founder dan CEO Bridestory dalam keterangan resmi yang diterima Obsessionnews, Selasa (15/3/2016).

Data anggaran pernikahan yang didasari oleh jumlah tamu, dimulai dari sekitar 50 tamu hingga lebih dari 1.000 tamu. Sedangkan, lanjut Kevin, hasil dari survei gaun dengan potongan ball gown menjadi pilihan favorit sebagian besar pengantin di Indonesia.

Sementara, warna-warna putih, merah, hitam, merah muda, dan emas menjadi warna pilihan untuk kebaya pengantin. Busana resmi pengantin pria, pilihan utama masih jatuh pada tuxedo berwarna gelap dan elegan seperti hitam dan abu-abu. Selain itu, tema modern juga merupakan tema pernikahan favorit, diikuti dengan tema kebun.

Bridestory Fair -

Fotografi pre-wedding menjadi bagian yang esensial dalam setiap pernikahan, dan semakin banyak fotografer pernikahan kini menawarkan jasa pre-wedding. Melalui survei ini, terungkap bahwa sebagian besar pengantin (84,2%) mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan melakukan pengambilan foto pre-wedding.

Sebanyak 43,3% di antaranya memilih lokasi outdoor dalam kota dan 22,5% memilih lokasi di luar kota sebagai tempat pengambilan foto. Mayoritas responden hanya mengalokasikan anggaran di bawah 10 juta rupiah untuk keperluan tersebut.

Dengan berkembangnya penggunaan internet di tanah air, Bridestory memperkirakan bahwa pemilihan vendor pernikahan secara online akan menjadi kecenderungan utama para pengantin di Indonesia. Namun, sebanyak 23,4% pengantin menyatakan bahwa rekomendasi dari kerabat atau teman, serta harga yang kompetitif dan kepribadian vendor menjadi acuan utama dalam pemilhan vendor. Pencarian melalui situs Bridestory (17,4%) menjadi preferensi kedua bagi para responden.

Rangkaian hasil dari Tren Pernikahan Indonesia akan disampaikan dalam Bridestory Fair yang akan diadakan pada tanggal 18 – 20 Maret 2016 di Grand Ballroom Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.