Jumat, 22 Oktober 21

BRI Penyalur KUR Terbesar di Indonesia

BRI Penyalur KUR Terbesar di Indonesia
* Usaha batu akik di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang dibiayai Kredit Usaha Rakyat (KUR). (Foto: Arif RH)

Jakarta, Obsessionnews – Sejak diluncurkan Senin, 5 November 2007 hingga triwulan IV 2014 realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 175,16 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 12,3 juta debitur. KUR diselenggarakan 33 bank milik pemerintah, yang terdiri dari 7 bank nasional dan 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Adapun 7 bank nasional itu adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah. Sedangkan 26 BPD adalah Bank Nagari, Bank DKI, Bank Jabar Banten, Bank Jateng, Bank DIY, Bank Jatim, Bank NTB, dan lain-lain.

Di antara 33 bank tersebut BRI merupakan penyalur KUR terbesar di Indonesia pada periode 5 November 2007 – triwulan IV 2014, yakni Rp 115,6 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 11,4 juta debitur. Keberhasilan BRI menyalurkan kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini karena BRI telah lama dikenal oleh masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan. BRI memang paling banyak memiliki jaringan di seluruh daerah di Indonesia, mengalahkan bank-bank plat merah lainnya dan bank-bank swasta. BRI memiliki 10.000 cabang di seluruh Indonesia.

Keunggulan lainnya adalah BRI sangat gencar menyosialisasikan program KUR dengan menggandeng pemerintah daerah (pemda) dan berbagai lembaga bisnis. Motor penggerak utama BRI dalam menyalurkan KUR adalah kantor cabang dan kantor unit. Selain itu, BRI juga memiliki tenaga khusus yang menangani KUR yang populer dengan sebutan mantri KUR. Mantri-mantri KUR inilah yang bergerilya mencari nasabah.

Sementara itu Bank Mandiri menduduki peringkat kedua dalam menyalurkan KUR dengan total plafon sebesar Rp 17,4 triliun dan jumlah debiturnya sebanyak 385,9 ribu. Urutan ketiga diduduki BNI yang menyalurkan KUR sebesar Rp 15,4 triliun dan jumlah debiturnya sebanyak 217,0 ribu debitur. BTN berada di posisi keempat dengan menyalurkan KUR sebesar Rp 4,5 triliun dan jumlah debiturnya 25,2 ribu debitur. Sementara itu Bank Syariah Mandiri nangkring di posisi kelima dengan jumlah debitur sebanyak 59,8 debitur.

Dilihat dari sisi sektor ekonomi, penyaluran KUR didominasi oleh sektor perdagangan. Sepanjang 5 November – triwulan IV 2014 penyaluran di sektor perdagangan mencapai Rp 99,1 triliun dengan jumlah sebanyak 8,07 juta debitur. Sektor pertanian menjadi sektor kedua yang terbesar menyerap KUR, yakni sebesar Rp 31,2 triliun dengan jumlah debitur mencapai 2,03 juta debitur.

Dari sebaran wilayahnya, penyerapan KUR masih terkonsentrasi di Jawa. Pada periode 5 November – triwulan IV 2014 Jawa Tengah merupakan provinsi terbesar yang menyerap KUR, yakni Rp 28,2 triliun, diikuti Jawa Timur Rp 26,6 triliun, dan Jawa Barat Rp 22,7 triliun.

Seperti diketahui, KUR diluncurkan oleh Presiden SBY di Gedung BRI, Jakarta, Senin, 6 November 2007. KUR untuk mengatasi kendala permodalan yang dihadapi para pelaku UMKM. Selain itu tujuan lain dari KUR adalah untuk memberantas lintah darat yang mencekik leher para pelaku UMKM dengan bunga tinggi, sedangkan bunga KUR relatif kecil yakni 0,91 persen/bulan. Penyaluran KUR dibagi menjadi dua bagian, yakni KUR mikro dan KUR ritel. KUR mikro sebesar Rp 5 juta hingga Rp 20 juta. Sedangkan KUR ritel di atas Rp 20 juta hingga Rp 500 juta. Pemerintah memberikan jaminan melalui PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) sebesar Rp 2 triliun per tahun. Karena begitu populernya KUR di kalangan UMKM, di berbagai daerah ada yang menyebut ‘kredit SBY’.

Pemerintahan Jokowi memutuskan melanjutkan KUR karena besar manfaatnya. Namun, tahun 2015 bank pelaksana penyalur KUR dikurangi dari 33 bank menjadi 3 bank, yakni BRI, BNI, dan Bank Mandiri. Kebijakan itu diambil karena tahun 2014 tingkat non performing loan (NPL) atau kredit macet mencapai 4,2%. NPL untuk KUR banyak terjadi pada BPD.

“BPD nggak dilibatkan lagi. Karena selama ini NPL-nya tinggi,” kata Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga di Jakarta, Selasa (3/3/2015).

Puspayoga menambahkan, target penyaluran KUR tahun 2015 ini hanya Rp 20 trilun atau berkurang 30% dari tahun lalu yang mencapai Rp 30 triliun. Ia optimis dengan tiga bank saja sudah cukup memenuhi target pencairan KUR Rp 20 triliun. Menurutnya, BRI, BNI, dan Bank Mandiri telah memiliki jangkauan yang luas secara nasional sehingga dianggap cukup mumpuni untuk menggarap program KUR. (Arif RH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.