Minggu, 9 Agustus 20

BRI Jaga Benteng Ekonomi Indonesia Lewat UMKM‎

BRI Jaga Benteng Ekonomi Indonesia Lewat UMKM‎

Siaran Pers

Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Di awal tahun ini, Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BRI) mengadakan ‎Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kantor Pusat BRI Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Selasa (17/01/2017). Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Miliki Negera (BUMN) Rini M Soemarno.

Dalam kesempatan tersebut, Rini mengapresiasi kinerja BRI yang setulus hati telah memberikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat dengan terus‎ meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM. ‎

“Saya yakin Bank BRI sebagai jagoan di bisnis mikro, tidak sulit untuk mencetak pengusaha baru,” ujar Rini.

Saat ekonomi dunia berada dalam ketidakpastian, Rini bersyukur Indonesia masih berada dalam keadaan stabil. Menurutnya, ini tidak lain karena ada peran BRI, sebagai satu-satunya bank yang fokus terhadap pemberdayaan UMKM. BRI diuntungkan karena memiliki jaringan terluas. ‎

“Tantangan ke depan adalah bagaimana BRI bisa membuat debitur mikro tersebut naik kelas, yang pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian di Indonesia,” terangnya.

Rini menjelaskan naik kelas yang dimaksud adalah, bagaimana ‎BRI bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM. Sebab kata dia,  saat ini sudah masuk era digital dimana semua pelaku usaha baik dilevel mikro maupun makro sudah menggunakan digital sebagai alat pendukung usaha.
‎‎
Sementara itu, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam dalam laporannya menyampaikan bahwa sampai dengan akhir 2016 Bank BRI telah mencatatkan pertumbuhan kinerja, baik dari sisi aset perseroan, penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Untuk penyaluran kredit dan penghimpunan DPK tumbuh diatas rata-rata perbankan nasional,” ujarnya, melalui siaran pers, Rabu, (18/1).

Pada 2017, Bank BRI akan menargetkan profitabilitas yang lebih besar daripada tahun sebelumnya, peningkatan kepuasan nasabah dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah. “Sampai dengan akhir 2016, Bank BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 69,5 triliun, sesuai dengan kuota yang diberikan,” tuturnya. ‎

Ia juga menyebut, sepanjang 2016, Bank BRI konsisten melakukan program inklusi keuangan dan digitalisasi UMKM dalam upayanya mendorong pelaku UMKM naik kelas. Salah satunya yaitu melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB).

Dari target 15 RKB, BRI berhasil meresmikan 16 RKB dan 1 RKB Plus di tahun 2016 yang tersebar di 17 kota. Selain itu, untuk meningkatkan kapabilitas pedagang pasar, BRI telah meluncurkan e-pasar BRI yang sampai dengan saat ini sudah mencakup 600 pasar di seluruh Indonesia.

Dalam kaitannya dengan program inklusi keuangan, agen Laku Pandai milik BRI, agen BRILink saat ini sudah ada sebanyak 84.550 agen, lebih besar dari target 75 ribu agen pada 2016. Pada tahun lalu pula, BRI telah membangun 2 Teras BRI Kapal untuk melayani daerah-daerah pesisir yang sebelumnya tidak menikmati akses keuangan.‎ (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.