Rabu, 27 Oktober 21

BRI Gunakan Deviden 30 Persen dari Laba Bersih

BRI Gunakan Deviden 30 Persen dari Laba Bersih

Jakarta, Obsessionnews – Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), para pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan termasuk laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015.

RUPST dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 83,55 persen dari seluruh jumlah saham yang dikeluarkan.

“RUPST BRI tahun 2015 juga menetapkan penggunaan laba bersih BRI tahun buku 2015 untuk dividend payout ratio sebesar 30 persen dari laba bersih tahun 2015 atau sebesar Rp7.619.322.266.071. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk laba ditahan perseroan,’’ kata Corporate Secretary, Hari Siaga Amijarso dalam rilisnya, Jumat (25/3/2016).

Pembagian dividen tersebut tidak terlepas dari kinerja Bank BRI tahun 2015 yang tumbuh sehat dan stabil di semua aspek keuangan, mulai dari pertumbuhan kredit yang berkualitas, peningkatan fee based income, kenaikan Current Account Saving Account (CASA) atau dana murah, peningkatan IT performance, penerapan manajemen risiko dan GCG secara menyeluruh hingga terjaganya efisiensi operasional.

Rilis tersebut juga menyebutkan, RUPST telah menyetujui pengalihan saham tresuri (treasury stock) untuk digunakan dalam program kepemilikan saham bagi manajemen dan pekerja perseroan. Sebagai informasi, perseroan telah melakukan pembelian kembali (buy back) saham sejumlah 221.718.000 lembar saham yang dilaksanakan pada 12 Oktober 2015 sampai dengan 12 Januari 2016, sesuai ketentuan POJK No. 02/POJK.04/2013 yang saat ini disimpan dalam bentuk saham tresuri.

’’Untuk menghadapi tantangan di tahun 2016, Bank BRI akan mendorong optimalisasi bisnis berbasis teknologi satelit dengan fokus ekspansi di pasar domestik, namun tidak menutup kemungkinan untuk memperluas akses layanan hingga mencakup kawasan regional ASEAN,’’ ujar Hari.

Adapun yang jadi komponen aset utama adalah penyaluran kredit, di mana segmen UMKM akan tetap mendominasi portofolio kredit BRI. Dari sisi pendanaan, perseroan akan berupaya memperbaiki funding structure dengan menggiatkan upaya perolehan dana murah. Sedangkan, pertumbuhan fee based income akan difokuskan dari peningkatan utilitas e-channel BRI dan jasa perbankan lainnya seperti trade finance dan remittance.

’’BRI juga akan terus menggali dan mengembangkan potensi-potensi bisnis baru yang sehat dan profitable, baik secara organik maupun anorganik, mengikuti perkembangan kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia yang semakin maju di masa yang akan datang,’’ pungkasnya. (Fath@imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.