Rabu, 1 Desember 21

BPPKB Bojonegoro Gelar Seminar Kebangkitan Perempuan

BPPKB Bojonegoro Gelar Seminar Kebangkitan Perempuan
* Sekda Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono, saat membuka seminar, Selasa (31/5/2016).

Bojonegoro, Obsessionnews – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bojonegoro menggelar seminar Kebangkitan Perempuan Bojonegoro di Pendopo Malwapati, Bojonegoro, Selasa (31/5/2016).

Seminar yang bertajuk “Percepatan Pengarusutamaan Gender dan Pengembangan Kabupaten Layak Anak” ini menghadirkan sejumlah nara sumber. Diantaranya adalah Ketua DPRD Bojonegoro, Mitro’atin, Askan Spog, dan Nanang Abdul Chanan dari Child Ministry Officer World Vision Indonesia, Surabaya.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moeljono, perempuan merupakan sosok luar biasa yang tak sekadar sebagai istri, ibu, ataupun anak. Baginya, perempuan memiliki kekuatan yang tak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki peran yang sangat strategis.

Suasana seminar di Pendopo Malwapati, Kabupaten Bojonegoro.
Suasana seminar di Pendopo Malwapati, Kabupaten Bojonegoro.

“Salah satu sosok perempuan luar biasa di tanah air kita adalah Raden Ajeng Kartini. Beliau memprakarsai gerakan emansipasi wanita dan menginspirasi seluruh wanita Indonesia dari masa ke masa,” ungkapnya saat membuka seminar, Selasa (31/5/2016).

Pada kesempatan itu, Sekda memaparkan bahwa angka kematian ibu sampai akhir Mei di Bojonegoro ada 12 kasus. Belum lagi soal angka kekerasan serta traficking perempuan dan anak yang masih tinggi, serta kesenjangan pendidikan. Ia berharap setelah seminar ada langkah konkret untuk melakukan perbaikan dalam hal tersebut.

“Minimal organisasi wanita melakukan upaya dan evaluasi serta terjun langsung ke lapangan untuk berupaya menurunkan angka kematian ibu dan anak,” katanya.

Selanjutnya Sekda mengingatkan BPPKB untuk membuat formulasi yang tepat sehingga setelah seminar bisa membawa dampak positif, diantaranya dengan meningkatkan peran perempuan di sejumlah bidang.

“Hal penting lainnya, peran ibu saat ini makin kompleks di tengah gencarnya arus globalisasi media. Orangtua harus memantau tontonan anak-anak, utamanya televisi, sehingga tak berdampak buruk pada perkembangan buah hati,” pungkasnya. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.