Kamis, 23 September 21

BPN Minta Masyarakat Aktif Laporkan Pelanggaran Tata Ruang

BPN Minta Masyarakat Aktif Laporkan Pelanggaran Tata Ruang
* Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN Budi Situmorang meresmikan PPTR Expo Menjawab Publik. (Foto: Pessy/ON)

Jakarta, Obsessionnews.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang membuka posko pengaduan pelanggaran tata ruang dengan nama ‘PPTR Expo Menjawab Publik’. Posko ini diresmikan oleh Budi Situmorang selaku Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang, Senin (8/2/2021).

“Paling penting kami buat ini supaya semua orang melaporkan kalau ada pelanggaran. Memang publik tidak bisa langsung mengatakan itu pelanggaran, karena harus melewati proses-proses untuk bisa dibuktikan,” kata Budi Situmorang di sela-sela peresmian PPTR Expo Menjawab Publik di kantornya, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Dengan PPTR Expo Menjawab Publik diharapkan masyarakat lebih aktif lagi melaporkan pelanggaran tata ruang di wilayah tempat tinggal masing-masing. Pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirimkan tim ke lapangan guna mengecek kebenarannya.

“Kalau terjadi sebelum ada tata ruang kita menghormati kita tetap memberikan koreksi action bahwa mereka salah. Kalau salah perbaiki, kalau tidak melakukan juga baru kita melakukan penegakan hukum,” tegas Budi.

Setelah ke lapangan, tim akan melakukan audit terhadap temuan di lapangan. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, pihaknya baru menjatuhkan sanksi, mulai dari sanksi yang bersifat administratif, maupun sanksi pidana yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum dari Kepolisian, maupun Kejaksaan.

“Ada 9 sanksi administrasi mulai yang paling soft itu adalah teguran tertulis, yang berat itu pemulihan sama pembongkoran. Pidananya setelah itu, kebetulan dengan UUCK kalau tidak terpenuhi, kalau nyawa (ada korban) kita pidanakan. Jadi tidak ada cerita lagi,” tutur Budi.

Dari penertiban yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang di kota-kota di Indonesia, ditemukan puluhan ribu pelanggaran tata ruang. Bahkan tidak sedikit Pemda yang telah diberikan surat teguran.

“Kita mengawal semua rencana tata ruang, kita akan melakukan pengawalan dimana ada pelanggaran kita melakukan monitoring, melakukan audit tata ruang dan melakukan evaluasi. Tentu bila ada pelanggaran kita langsung tindak lanjuti secepatnya dengan turun ke lapangan melakukan kroscek dan komunikasi dengan Pemda,” kata Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang, Andi Renald.

Dalam hal penindakan, pihaknya sudah menjatuhkan sanksi terhadap pelanggar. Seperti sanksi pembongkaran terhadap Waterpark Dwisari, wahana taman air yang berada di dekat Sungai Cibeet, Kampung Ciranggon, Kabupaten Bekasi. Sanksi dijatuhkan karena pengelola diduga melakukan pelanggaran tata ruang.

Terbaru pelanggaran pemanfaatan ruang di Kawasan Grand Kota Bintang, Kota Bekasi dimana terjadi penyempitan sungai di lokasi tersebut. Atas pelanggaran tersebut Kementerian ATR mengambil mekanisme hukum yang disebut dengan restorative justice dengan mengembalikan kondisi semula.

“Salah satu sanksi adalah pemulihan lingkungan dalam lingkup sanksi administratif. Ada juga sanksi pidana apabila ada bukti untuk itu, karena kita tidak bisa langsung melakukan tindakan,” tandasnya.

Namun demikian, Kementerian ATR juga melakukan langkah-langkah pencegahan dengan menggandeng Pemda. Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wisnubroto Sarosa menjelaskan pentingnya pemahaman publik terhadap pelanggaran zona-zona tertentu yang sudah memiliki tata ruang agar tidak dijatuhi sanksi.

“Kita harus mensosialisasikan rencana tata ruang dan semua orang harus tahu ketika mau bangun dimana posisinya, dia harus di posisi tertentu (zona kendali),” papar Sarosa.

“Tugas kita adalah bagaimana pelanggaran tata ruang diminimalisasi dengan cara pencegahan. Pertama kita melakukan pengawasan teknis, kita membina daerah supaya tidak boleh cuek saja, tapi harus melakukan tindakan,” tutupnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.