Jumat, 2 Desember 22

BPJS Ketenagakerjaan Tak Miliki Fortofolio di Dollar AS

BPJS Ketenagakerjaan Tak Miliki Fortofolio di Dollar AS

Bandung, Obsessionnews – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak  memiliki Fortofolio di Dollar AS, sehingga tidak terpengaruh kenaikan nilai dollar AS. Hal itu  disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Evlyn Gani  Massasya saat menghadiri Rakernas BPJS Ketenagakerjaan 2015 di Bandung, Selasa (25/8).

“Kami sama sekali tidak terpengaruh kenaikan dollar, hanya saja kenaikan nilai dollar berpengaruh pada dunia usaha,” ujarnya.

Kru Bpjs ketenagakerjaan

Kalaupun ada pengaruhnya hanya pada sisi naik turunnya IHSG (indeks Harga Saham Gabungan), namun karena membeli untuk jangka panjang sehingga tidak berpengaruh. Pada saat dollar naik, BPJS Ketenagakerjaan membeli dan menekannya dalam harga tertentu. “Kami yakin kalau saat ini hanya temporary shocking saja, karena di akhir tahun pasti kembali normal,” tandasnya.

Elvyn menjelaskan, dana investasi yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan saat ini mencapai  Rp. 195 Triliun yang diinvestasikan pada defosito sebesar 22%, saham 21%, obligasi 42 % dan sisanya pada reksadana, properti dan penyertaan modal. “Sementara untuk tahun 2016 nanti kita akan naikan investasi tersebut ke defosito 23 persen, saham 23 persen dan obligasi 44 persen sisanya di reksadana, properti dan penyertaan modal,” tandasnya.

Rakernas BPJS Ketenagakerjaan
Rakernas BPJS Ketenagakerjaan

Penerimaan BPJS Ketenagakerjaan hingga Juli mencapai Rp. 18.02 Triliun meningkat 17,23 %, kepesertaan mencapai 19.189.578 peserta naik 85,67% dari target 2015. Pembayaran Jaminan menurut Elvyn mencapai Rp. 8,87 Triliun atau setara dengan 67,47% dari target 2015.  “Sehingga Rakernas kali ini kita akan membuat rencana kerja tahun 2016 dan mengevaluasi hasil kerja selama 2015 ini,” imbuhnya.

Elvyn berharap pada tahun 2016 nanti sebagai tahun Operational Excelent,  kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan akan bertambah seiring dengan diikutsertakannya para petani, nelayan dan sektor informal lainnya.  (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.