Kamis, 2 Desember 21

BPJS Kesehatan Gandeng BCA Bayar Iuran Peserta

BPJS Kesehatan Gandeng BCA Bayar Iuran Peserta
* Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja (kedua kanan) dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris (kedua kiri) disaksikan oleh Direktur BCA Suwignyo Budiman (kanan) dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso (kiri) menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai Pemanfaatan Layanan Perbankan dan Perluasan Cakupan Kepesertaan di Jakarta, Senin (20/6/2016).

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah terus-menerus meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengggelar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mempermudah masyarakat berobat di Puskesmas, klinik, dan rumah sakit.

Untuk mempermudah peserta membayar iuran, BPJS Kesehatan menggandeng PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman mengenai Pemanfaatan Layanan Perbankan dan Perluasan Cakupan Kepesertaan.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Suwignyo Budiman, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso di Ballroom BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (20/6/2016).

Jahja Setiaatmadja mengatakan, BPJS Kesehatan kini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Sebagai bank yang berkomitmen untuk terus hadir mempermudah transaksi kebutuhan masyarakat, BCA mendukung pembayaran iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dengan memanfaatkan layanan perbankan BCA.

“Melalui berbagai channel pembayaran BCA, nasabah dapat membayar iuran BPJS Kesehatan tanpa perlu datang ke bank. Untuk tahap awal, nasabah dapat membayar melalui autodebet kartu kredit BCA,” kata Jahja.

Ke depannya, selain melalui autodebet kartu kredit BCA nasabah dapat membayar iuran melalui channel-channel pembayaran lainnya.

“Dengan menggunakan channel-channel BCA, nasabah dapat membayar iuran tanpa menggunakan uang tunai sehingga lebih mudah dan aman,” jelasnya.

Selain pemanfaatan layanan perbankan BCA, produk BPJS Kesehatan juga akan dipasarkan kepada nasabah BCA.

“Hal ini untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan. BCA berharap semakin banyak nasabah yang menjadi bagian dari BPJS Kesehatan dan mendapat manfaatnya,” tutur Jahja.

Berdasarkan data yang dirilis situs resmi BPJS Kesehatan, jumlah peserta BPJS Kesehatan hingga 10 Juni 2016 sebanyak 166.858.648 jiwa. Peserta BPJS Kesehatan adalah setiap orang, termasuk orang asing, yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia yang telah membayar iuran.

BPJS Kesehatan terdiri dari Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dan Bukan Penerima Bantuan (Non PBI) Jaminan Kesehatan.

PBI meliputi fakir miskin dan orang tidak mampu, dengan penetapan peserta sesuai sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan.

Sedangkan Non PBI terdiri dari tiga kategori, yakni pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, dan bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Kategori penerima upah dan anggota keluarganya meliputi pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI, anggota Polri, pejabat Negara, pegawai pemerintah non pegawai negeri, dan pegawai swasta.

Sedangkan kategori pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya meliputi pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri, dan pekerja yang bukan penerima upah.

Sementara itu kategori bukan pekerja dan anggota keluarganya meliputi investor dan pemberi kerja. Selain itu yang masuk dalam kategori ini adalah penerima pensiun yang terdiri dari PNS yang berhenti dengan hak pensiun, anggota TNI dan anggota Polri yang berhenti dengan hak pensiun, pejabat negara yang berhenti dengan hak pensiun, janda, duda, atau anak yatim piatu dari penerima pensiun yang mendapat hak pension, janda, duda, atau anak yatim piatu dari penerima pensiun lain yang mendapat hak pensiun, veteran, perintis kemerdekaan, dan   janda, duda, atau anak yatim piatu dari veteran atau perintis kemerdekaan.

Bagi peserta PBI iuran dibayar oleh pemerintah. Sedangkan peserta non PBI membayar sendiri. Adapun iurannya Rp 25.500 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III, Rp 51.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II, dan Rp 80.000 per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I. (arh, @arif_rhakim)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.