Kamis, 2 Februari 23

BPH Migas Dukung MoU Pertamina, MES dan BSI Soal Pertashop di Pesantren

BPH Migas Dukung MoU Pertamina, MES dan BSI Soal Pertashop di Pesantren
* Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa saat menghadiri acara penandatanganan MoU antara Pertamina, MES dan BSI. Dilangsungkan di BSI, Jl Gatot Subroto no. 27 Jakarta, Jumat (4/6/2021). (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Halal Bihalal Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dihadiri tokoh-tokoh nasional di antaranya Ketua Dewan Pembina Prof. Dr.(HC) KH. Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Penggerak Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, Ketua Umum MES Erick Thohir, juga jajaran pengurus lainnya, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati, Dirut Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi, juga tokoh-tokoh lain.

Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilangsungkan penandatanganan MoU antara Pertamina, MES dan BSI. Dilangsungkan di BSI, Jl Gatot Subroto no. 27 Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Dalam sambutannya, Ma’ruf yang juga Wakil Presiden RI mengatakan, pembangunan ekonomi syariah sudah memasuki babak baru dengan terbentuknya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah pada 2020.

Dia menambahkan, kunci untuk percepatan pembangunan ekonomi syariah terletak kepada sinergi berbagai pihak yang menggeluti ekonomi syariah.

“Karena visi pembangunan ekonomi dan keuangan syariah harus dilalukan secara berjamaah melalui saling tolong, gotong royong,” kata Ma’ruf.

Sementara itu, Erick menyampaikan, sebagai Ketua Umum MES yang juga telah diberi pesan oleh Wakil Presiden untuk menciptakan keseimbangan ini dalam mendorong perekonomian untuk rakyat dan umat.

“Untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan perekonomian yang seimbang untuk umat dan rakyat, dibutuhkan support system dan kontinuitas,” ujar Erick.

Menurut dia, MES harus menjadi lokomotif penggerak ekonomi berbasis syariah yang unggul dan berkelanjutan, mendorong sinergi atau kemitraan antara pengusaha besar dan pelaku usaha mikro dan kecil. Erick mencontohkan pencanangan kerjasama 1.000 Pertashop antara Pertamina dengan pesantren yang didukung Bank Syariah Indonesia sebagai salah satu langkah kongkrit pemberdayaan ekonomi syariah di lingkungan pesantren.

“Harapan saya kerja sama antara MES dan BUMN bisa diperluas cakupannya,” imbuh Erick.

Dia menambahkan, untuk menciptakan keseimbangan dalam kehidupan perekonomian, iklim investasi diciptakan tidak untuk kepentingan semua kalangan.

“Tidak hanya investor asing tapi, tapi juga lokal, tidak hanya memajukan ekonomi perkotaan tapi juga desa, tidak hanya mendorong start up, tapi juga bagaimana koperasi dan warung bisa berkembang,” pungkas Erick.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Penasehat Dr Agung Firmansyah yang juga Ketua BPK RI hadir di kesempatan itu. Dia menyampaikan pesan agar umat Islam yang mayoritas sebagai penduduk Indonesia perlu memberikan konstribusi yang berkualitas dalam perekonomian bangsa Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Fanshurullah Asa mengaku dirinya diundang untuk hadir Halal Bihalal ini dan juga menyaksikan penandatanganan MoU tersebut.

“Melanjutkan sinergitas dengan Kementerian BUMN yang dipimpin pak Erick Thohir yang sekaligus Ketua Umum MES, dimulai dengan peresmian Pertashop di Cilacap, dilanjutkan pertemuan dengan pimpinan pondok pesantren se- Jawa Tengah di kediaman Wantimpres Habib Luthfi bin Yahya,” ujar Fanshurullah.

Selain itu, karena BPH Migas sesuai UU Migas pasal 8 dan 46 yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM di seluruh NKRI termasuk di dalamnya Pengaturan Pertashop yang merupakan bentuk Penyalur Skala Kecil (mini SPBU non subsidi).

Dia mengungkapkan, BPH Migas saat ini bekerja sama dengan UGM sudah dalam tahapan finalisasi membuat peraturan Penyalur Skala Kecil (PSK) ini, di mana ada ketentuan jarak antara mini penyalur juga terhadap Penyalur Utama (SPBU). Saat ini sudah ada Pertamina dengan Pertashop, juga Exxon Mobil dengan Micrositenya yang sudah jalan dengan total sekitar 1750 lokasi tersebar di NKRI.

“Dalam waktu singkat kami dapat tembusan surat pemain baru juga akan masuk ke mini SPBU atau microsite BBM ini yaitu grup British Petrolium (BP) dengan AKR,” ucapnya.

BPH Migas menilai, ini positif karena masyarakat berhak untuk mendapatkan alternatif pilihan BBM non subsidi dan berkualitas yang akan semakin banyak dan sekaligus membantu pemerintah juga masyarakat perubahan alamiah konsumsi BBM dari premium/ pertalite ke RON 92 yang lebih baik bagi lingkungan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.