Rabu, 8 Desember 21

Bosch Perluas Jangkauan Bisnis di Indonesia

Bosch Perluas Jangkauan Bisnis di Indonesia
* Bosch mengakhiri tahun fiskal 2015 di Indonesia dengan nilai penjualan terkonsolidasi sebesar Rp 1,2 triliun (81 juta euro).

Jakarta, Obsessionnews – Bosch merupakan perusahaan penyedia layanan dan teknologi global terkemuka. Bosch di Indonesia menyediakan berbagai macam produk dan solusi teknologi, termasuk komponen, alat diagnostik dan perlengkapan otomotif, solusi hidrolik drive and control, peralatan rumah tangga, power tools, sistem keamanan, dan solusi pemanasan.

Perusahaan ini  mengakhiri tahun fiskal 2015 di Indonesia dengan nilai penjualan terkonsolidasi sebesar Rp 1,2 triliun (81 juta euro). Setelah mengalami pertumbuhan penjualan dua digit yang signifikan,  melebihi 40 persen pada 2014, nilai penjualan 2015 mengalami penurunan. Kondisi ini disebabkan oleh one-off effect pada sektor mobility solutions pada 2014 lalu, serta perkembangan ekonomi saat ini.

“Meski kondisi ekonomi berjalan kurang dinamis, kami tetap yakin pada kelangsungan bisnis kami di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Meningkatnya daya beli akan memberikan kesempatan kepada Bosch untuk terus tumbuh, terutama pada bisnis otomotif, security systems, dan power tools,” kata Managing  Director Bosch di Indonesia, Ralf von Baer, dalam keterangan tertulisnya Rabu (1/6/2016).

Bosch di Indonesia memiliki 220 karyawan per 31 Desember 2015. Jumlah tersebut termasuk karyawan dari beberapa perusahaan non-konsolidasi.

Bosch terus memperkuat posisinya di Indonesia. Sebagai dukungan untuk menguatkan aktivitas usaha para konsumen, Bosch memperluas jangkauan bisnisnya dengan membuka kantor penjualan dan pelayanan baru di Palembang, Sumatera Selatan, pada Juni 2016.

“Melalui langkah ini, kami menjadi lebih dekat dan lebih responsif terhadap kebutuhan mereka,” tutur Ralf  von Baer.

Kantor Palembang akan menjadi sentra bagi divisi bisnis Drive and Control yang hadir untuk menjawab peluang industri pertambangan dan pengolahan di wilayah tersebut. Divisi ini menyediakan komponen inovatif, solusi dan layanan sistem yang komplet, yang tersedia dalam portofolio sistem hidrolik hemat energi,electricdrives and control, serta teknologi pemandu gerak dan perakitan dari Bosch.

Termasuk kantor penjualan baru di Palembang, Bosch secara total telah mengoperasikan tujuh kantor penjualan di Indonesia, dan diwakili oleh keempat sektor bisnis: Mobility Solutions, Industrial Technology, Consumer Goods, dan Energy and Building Technology.Pabrik manufaktur lokal Bosch untuk komponen otomotif, yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, telah memulai produksinya sejak Juni 2014. Menyesuaikan dengan permintaan konsumen lokal, perusahaan bermaksud melakukan pengembangan lebih lanjut pada pabrik tersebut di tahun-tahun mendatang.

Prospek Bisnis 2016

Berdasarkan hasil kinerja 2015, Grup Bosch bertekad meneruskan tren pertumbuhannya tahun ini. Bosch menargetkan pertumbuhan nilai penjualan global sebesar 3 hingga 5 persen (dalam nilai tukar yang telah disesuaikan) selama 2016.

Dalam konferensi pers tahunan Bosch yang berlangsung di Jerman, CEO Grup Bosch Volkmar Denner mengatakan,“Kami berencana untuk terus berkembang, tidak hanya melalui penciptaan produk-produk inovatif, tetapi juga pada penyediaan layanan yang inovatif.”

Dalam bisnis konektivitas, Bosch berfokus pada “3S”: sensor, software, dan service. Perusahaan semakin banyak menerapkan layanan terkoneksi untuk membangun fondasi yang luas dalam bisnis hardware.

Dengan demikian, Bosch tidak hanya mendapatkan keuntungan dari diversifikasi teknologi, tetapi juga dari beragamnya sektor industri dan bidang keahlian yang dikuasai. Divisi Bosch Global Service Solutions yang baru dibentuk, Bosch IoT Cloud yang didirikan beberapa waktu lalu, serta Bosch Smart Home System, yang diluncurkan di awal 2016, turut memberikan kontribusi pada pelaksanaan strategi ini.

Di Asia Pasifik, penjualan Grup Bosch selama 2015 mengalami peningkatan dengan nilai total 285,5 triliun rupiah (19,2 miliar euro) sehingga mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 17 persen (selisih 2,8 persen setelah penyesuaian nilai tukar). Nilai tersebut menyumbangkan 27 persen dari total pendapatan penjualan Bosch secara global dan menyamai pencapaian penjualan wilayah Asia Pasifik pada tahun sebelumnya (2014). (arh, @arif_rhakim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.