Sabtu, 28 Januari 23

Bos Mayapada Kucurkan Rp 1 Triliun Latih TKW Agar Tak jadi PRT

Bos Mayapada Kucurkan Rp 1 Triliun Latih TKW Agar Tak jadi PRT

Jakarta, Obsessionnews CEO atau bos Mayapada Grup, yang juga orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes, Dato Sri Tahir, kucurkan dana Rp 1 triliun untuk melatik TKW sebelum ke luar negeri. Agar, TKW tak cuma jadi PRT semata.

Tahir, lewat Tahir Foundation, ingin TKW yang diekspor Indonesia, bisa mumpuni dengan bekal keterampilan yang dibutuhkan pasar tenaga kerja. Baca juga: Yang Penting TKW Punya Keahlian Khusus

“TKW adalah suatu amanah, suatu beban, suatu keinginan bahwa kita tidak lagi mengirim pembantu rumah tangga, tetapi kita bisa mengirim wanita Indonesia lebih terhormat dan penghasilan juga lebih baik,” ujarnya di Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Menurut Tahir, melalui pelatihan yang lebih baik kepada para TKW tersebut, maka pekerja asal Indonesia ini tidak lagi dianggap sebelah mata dan diperlakukan seenaknya di negara lain.

(Foto: Mayapada Group)Bos Mayapada Tahir bersama Bill Gates dan Istri (Foto: Mayapada Group)
(Foto: Mayapada Group)Bos Mayapada Tahir bersama Bill Gates dan Istri (Foto: Mayapada Group)

“Oleh karena itu, suatu kehormatan dan kebanggaan saya dilibatkan dalam aplikasi suatu keterampilan, supaya wanita Indonesia bisa keluar dari negeri ini dengan terhormat, dan mereka bisa bekerja dengan profesi yang lebih terhormat,” tambah dia.

Bahkan, jika sudah diperhitungkan di negara tempatnya bekerja, menurut Tahir, para TKW bisa membawa pulang penghasilan yang lebih baik untuk membangun daerahnya masing-masing.

Dengan penghasilan yang lebih baik maka para TKW bisa membangun rumah di daerah-daerah. “Itu adalah kehormatan untuk saya,” tandas dia.

Tahir Foundation menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) melalui penandatangani Nota Kesepahaman Proyek Pelatihan Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang kompeten.

Dengan mengambil tagline Wanita Indonesia Hebat (WIH), proyek pelatihan calon TKW ini akan diadakan selama 5 tahun dengan melibatkan enam provinsi sebagai pilot project. Di tahun pertama akan dijalankan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Maluku.

Pelatihan Tenaga Kerja Wanita Indonesia Hebat (WIH) ini meliputi lima bidang pelatihan, antara lain bidang bahasa (bahasa Inggris dan bahasa Mandarin), bidang hospitality, bidang keperawatan, bidang dasar bisnis dan pelatihan pengembangan karakter.

Pelatihan TKW ini rencana akan dimulai pada Agustus. Kementerian PP-PA dengan Tahir Foundation juga akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan K/L seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan BNP2TKI serta melalui duta besar Indonesia di negara tujuan, seperti Hongkong, Singapore, Malaysia, Taiwan, dan khususnya Dubai.
Tahir memang dikenal sebagai miliarder yang memiliki jiwa sosial yang tinggi. Dia tercatat terlibat banyak kegiatan amal terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Atas kedermawanannya, Majalah keuangan ternama Forbes, menobatkannya sebagai hartawan paling murah hati di tanah air. Dalam beberapa tahun terakhir, nama Tahir juga masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes.

Apa alasan orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes itu begitu perduli dengan kegiatan-kegiatan sosial dan tak segan untuk menggelontorkan kekayaannya untuk ke membantu pihak lain?

Tahir bercerita, keperduliannya ini terinspirasi dari autobiografi seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih atau Missionaries of Charity di Kalkuta, India, pada tahun 1950 yaitu Mother Teresa.

“Saya ingat sebuah autobiografi yang dituliskan oleh Mother Teresa. Disitu ditulis, suster-suster bertanya pada Mother Teresa mengapa orang yang sudah hampir mati, harus ditolong, dibawah ke dalam biara, lalu dimandikan dan diberi tempat yang baik. Padahal besok juga sudah mati,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, bahkan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengangkat Dato Sri Tahir sebagai penasihatnya. Konglomerat dan bos Bank Mayapada itu ditugaskan membantu mengurusi kesejahteraan prajurit TNI.

Kedermawanan Tahir, banyak sekali. Sebutlah, sumbangan 10 unit armada bus Transjakarta ditambah uang Rp 6 miliar yang saat itu diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, atau pengobatan gratis untuk anak-anak penderita kanker.

Tak hanya itu, lewat Tahir Foundation, pemilik kelompok bisnis ini juga menjadi miliarder pertama Indonesia yang masuk dalam Bill & Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba buatan miliarder terkaya sejagad Bill Gates. (diolah dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.