Senin, 8 Agustus 22

Bongkar Tewasnya Brigadir J, Survei IDM: Polri Telah Bekerja Transparan

Bongkar Tewasnya Brigadir J, Survei IDM: Polri Telah Bekerja Transparan
* Lambang Polri. (Foto: polri.go.id)

Obsessionnews.com – Kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kepala Divisi (Kadiv) Propam Irjen Ferdy Sambo sangatlah menarik perhatian publik hingga suara serak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi perbincangan di media sosial.

Hal itu terjadi saat Presiden Jokowi memerintahkan Polri mengusut tuntas kematian ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Menanggapi hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) tentang Hasil Jajak Pendapat Publik Tentang Kinerja Polri dalam Membongkar Kasus Tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, pakar komunikasi dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, hasil survei IDM sangat tepat terkait pengungkapan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

 

Baca juga: Jokowi Lantik 754 Perwira Remaja TNI dan Polri di Halaman Istana Merdeka

 

‌Emrus mengatakan, Polri telah bekerja secara profesional dalam mengusut kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Saya kira hasil survei IDM sudah tepat, karena Polri telah menunjukkan kinerja yang profesional dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo,” kata Emrus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/7/2022).

Namun, saat ditanyakan apakah penegakan hukum yang dijalankan kepolisian dalam kasus tewasnya Brigadir J sudah berlandaskan prinsip berkeadilan? Emrus menyebutkan Polri telah berkerja secara adil dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J.

“Polri telah transparan dan bekerja adil sesuai dengan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, hasil survei IDM membuktikan masyarakat masih memercayai institusi Polri dalam mengungkap kasus tewasnya Brigadir J.

“Survei IDM bukti bahwa masyarakat masih percaya dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J,” ucapnya.

Menurut dia, sangat tepat menuntaskan kasus Brigadir J dengan pembuktian ilmiah atau tetap menuntaskan kasus Scientific Crime Investigation (SCI). Hanya SCI yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil SCI bisa digugurkan hanya dengan kajian ilmiah yang lebih valid. Karena itu, SCI mampu menjawab asumsi subjektif multi tafsir.

Sementara itu Guru Besar Ilmu hukum di Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Suparji Ahmad, SH., MH mengatakan, hasil survei IDM menjadi referensi Polri dalam membongkar kasus tewasnya Brigadir J dengan transparan.

 

Baca juga: Jokowi Dorong Polri Jadi Institusi Modern

 

“Karena Polri telah mendapat dukungan dari masyarakat,” kata Suparji.

Tak hanya itu, survei IDM membuktikan kepercayaan masyarakat kepada Polri, hal ini sebagai langkah Polri menunjukkan kinerja yang baik dalam mengungkap kasus kematian Brigadir J di hadapan publik.

Dia menilai hasil survei IDM akan menambah nilai lebih bagi Polri. Selain itu, Polri jangan sampai terpengaruh dengan opini publik yang berkembang, tetap fokus untuk membongkar kasus tersebut secara profesional.

“Kasus ini adalah ujian instisusi Polri di mata publik, maka kita harus dukung Polri dalam membongkar kasus ini, ” paparnya.

Hasil Survei Jejak pendapat Indonesia Development Monitoring (IDM)

Direktur Eksekutive IDM Fahmi Hafel mengatakan, IDM telah melakukan hasil jajak pendapat publik. Saat ditanyakan pada 1850 responden terpilih apakah tahu tentang peristiwa tewasnya Brigadir J di rumah kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Maka hasil survei menunjukan sebanyak 87,3 persen publik mengetahui tentang peristiwa tersebut Dari media mainstre am maupun media sosial, sebanyak 12,7 persen tidak tahu,” kata Fahmi dalam keterangannya, Senin (25/7/2022).

Fahmi menjelaskan, dengan pertanyaan kepada 1.850 responden, ditanyakan apakah Polri sebagai institusi penegak hukum sudah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai visi Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi, Berkeadilan) dalam kasus tewasnya Brigadir J di kediaman Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

“Hasil temuan survei yang menyatakan ya, sudah sesuai visi Presisi sebanyak 81,2 persen dan,yang menyatakan belum atau tidak sesuai visi presisi Polri sebanyak 14,4 persen sedangkan yang tidak tahu 4,4 persen,” jelasnya.

Sejauh ini apakah penegakan hukum yang dijalankan kepolisian dalam kasus tewasnya Brigadir J sudah berlandaskan prinsip berkeadilan?

Hasil temuan survei yang menyatakan dan menilai sangat berkeadilan (adil merata, tidak pandang bulu) 80,4 persen. Dan yang menyatakan belum berkeadilan sebanyak 12,7 persen. Sedangkan tidak tahu 6,9 persen.

 

Baca juga: Peringatan ke-76 Hari Bhayangkara, Jokowi Apresiasi Kerja Keras Polri Layani Masyarakat

 

Sementara itu, kata dia, hasil temuan survei sebanyak 90,7 persen responden mendukung langkah Kapolri Dan sudah presisi untuk menonaktifkan Kadiv Propam,Karopaminal dan Kapolres Jakarta Selatan, sedangkan sebanyak 3,4 persen tidak mendukung dan tidak presisi, sebanyak 5,9 tidak tahu

Terkait keyakinan publik terhadap kinerja Polri dalam pengusutan kasus Brigadir J dalam temuan survei dengan pertanyaan kepada 1.850 responden ditanyakan yakin atau tidak yakin Anda jika Polri mampu mengungkap kasus tewasnya Brigadir J sesuai perintah Presiden Jokowi yang meminta Polri mengusut tuntas dan transparan kasus tersebut.

Yang menyatakan sangat yakin 30,1 persen, dan yang menyatakan yakin 52,1%, sedangkan yang menyatakan tidak yakin 10,8 persen, dan sangat tidak yakin 3,7%. Sedangkan yang tidak tahu 3,3%.

Menurut dia, soal hasil survei terkait baik atau burukkah penilaian terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan penanganan tewasnya Brigadir J oleh Polri dari tiga aspek, yaitu efektivitas  penanganan kasus ini dari durasi waktu penanganannya sebanyak 78,3 persen menyatakan Polri efektif dalam menangani kasus tewas Brigadir J. Dan yang menyatakan dari aspek transparan (update proses berjalan) dalam penanganan kasus Brigadir J sebanyak 89,9 persen, sedangkan yang menyatakan akuntabel, yaitu kejelasan informasi dan dapat dipertanggungjawabkan dalam penanganan kasus Brigadir J sebanyak 92,20 persen.

Survei oleh IDM ini dilakukan pada 16-22  Juli 2022 yang melibatkan 1.850 berusia minimal 19  tahun di 34 provinsi. Sampel ditentukan secara acak dari responden  sesuai proporsi jumlah penduduk di 34 provinsi.

Tingkat kepercayaan survei 95 persen, margin of error +- 2,28 persen  dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meskipun demikian kesalahan di luar pencuplikan sampel dimungkinkan terjadi. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.