Senin, 26 Oktober 20

Bolehkah Wanita “Nembak” Duluan?

Bolehkah Wanita “Nembak” Duluan?
* Ilustrasi wanita melamar laki-laki. (Foto: islampos)

​Dalam syariat Islam, boleh hukumnya perempuan meminang laki-laki, yakni menawarkan dirinya pada laki-laki pilihannya baik karena dia sholeh, baik perilakunya, mulia nasabnya, atau mapan hidupnya dan lain sebagainya.

Jadi, perbuatan demikian tidaklah dipandang rendah menurut syar’i, bahkan ini menunjukkan atas kemuliaan si wanita tersebut.

Hal ini tentunya memiliki dalil yang kuat yakni sebagaimana dalam Hadits disebutkan:

كُنْتُ عِنْدَ أَنَسٍ وَعِنْدَهُ ابْنَةٌ لَهُ قَالَ أَنَسٌ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم تَعْرِضُ عَلَيْهِ نَفْسَهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللهِ أَلَكَ بِي حَاجَةٌ فَقَالَتْ بِنْتُ أَنَسٍ مَا أَقَلَّ حَيَاءَهَا وَاسَوْأَتَاهْ وَاسَوْأَتَاهْ قَالَ هِيَ خَيْرٌ مِنْكِ رَغِبَتْ فِي النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا.

“Saya sedang bersama dengan Anas dan bersamanya anak perempuannya. Anas berkata: ‘Seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menawarkan dirinya. Dia (wanita tersebut) berkata, ‘Apakah engkau menginginkanku?’ Anak perempuan Anas kemudian berkata, ‘Betapa sedikit rasa malunya dan jelek perilakunya dan jelek perilakunya.’ Lalu Anas menyangkal seraya berkata, ‘Dia lebih baik darimu dia menginginkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menawarkan dirinya”. (HR. Al-Bukhari : 5120).

Hadits di atas menceritakan seorang wanita yang mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa dia bersedia untuk jadi istrinya. Dalam riwayat lain, Nabi menolak permintaan wanita itu, tapi Nabi juga tidak menyalahkan ucapan wanita itu.

Selain mengungkapkan perasaan secara langsung ternyata bisa juga dengan cara wasilah mak comblang, hal ini pernah terjadi dalam sejarah. Yakni pada saat Khadijah meminta Nafisah untuk menyampaikan pesan (perasaan hatinya) kepada Nabi Muhammad. Nafisah pun segera menemui Nabi untuk membeberkan niat Khadijah tersebut. Tawaran itu pun kemudian diterima Rasulullah dan mereka pun segera menikah.

Jadi, sekarang tidak ada alasan lagi bagi kalian ukhty untuk menahan perasaan kamu. Daripada lelah menunggu tanpa hasil yang pasti, lebih baik ungkapkan isi hati kamu kepada laki-laki yang kamu idamkan.

Jangan sampai kamu kehilangan dia hanya karena kamu memilih untuk menunggu. Siapa tahu laki-laki yang kamu cintai itu adalah orang yang baik dan penuh kasih sayang. Jika dia sampai didapatkan wanita lain, nanti sakitnya nyesek banget.

Lebih baik ditolak, daripada harus nunggu tanpa hasil yang pasti! Tapi tentunya bukan “nembak” lalu pacaran, melainkan untuk menjadi istri yang sah. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.