Rabu, 25 Mei 22

“Bola Sekarang Ada di Tangan Polri dan Jokowi”

“Bola Sekarang Ada di Tangan Polri dan Jokowi”
* Jokowi dan SBY.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Polri mengusut kasus dugaan penyadapan ilegal antara dirinya dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin. Sebab ini dianggap merupakan kejahatan serius. ‎

“Saya minta penegak hukum atau siapa pun yang punya kewenangan untuk mengusut penyadapan ilegal ini,” ujar SBY di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2017).

Menurut SBY, penyadapan secara ilegal menyalahi UU ITE, di mana ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara atau denda Rp 800 juta. ‎SBY mrngakui isu penyadapan dari hasil obrolan antara dirinya dengan Ma’ruf yang diungkap oleh Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah merugikan dirinya.

Sebab, isu ini muncul dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di mana Ahok menjadi terdakwanya. Di sisi lain dalam waktu dekat akan diadakan Pilkada serentak. SBY khawatir masyarakat menghakimi dirinya, bila pendapat keagamaan atau fatwa dari MUI soal penistaan agama ini keluar karena ada desakan dari SBY.

“Saya mohon plisi bisa menjerat pelaku dengan UU ITE. Sekarang bola ada di tangan Polri atau Presiden Joko Widodo,” tuturnya.

Menurutnya, kasus ini bukan delik aduan, sehingga tidak perlu polisi menunggu laporan. ‎”Kalau yang menyadap bukan pihak Ahok, atau pihak lain, saya juga meminta diusut siapa yang melakukannya. Karena saya tahu, ‎yang punya kewenangan penyadapan itu adalah KPK, intelijen, dan Polri,” ujarnya.

SBY juga meminta segera mendapatkan transkip pembicaraan antara dirinya dengan Ma’ruf. Sebab ia takut transkip itu sudah diubah, bisa ditambah ataupun dikurangi. ‎(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.