Sabtu, 16 Oktober 21

BNPT Gandeng 1.000 Mahasiswa Tolak Paham ISIS

BNPT Gandeng 1.000 Mahasiswa Tolak Paham ISIS
* Sejumlah stakeholder terkait menandatangani MoU pencegahan paham radikal ISIS di kalangan kampus

Semarang, Obsessionnews – Kebebasan di lingkup kampus tak cuma membawa dampak positif namun juga negatif. Propaganda kekerasan berupa jihad oleh kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) patut diwaspadai sebagai imbas negatif karena mulai menyasar pemuda, mahasiswa.

Guna menangkal paham jihad yang salah, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek) mengadakan Dialog Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS di Kalangan Perguruan Tinggi Se-Jawa Tengah di Universitas Diponegoro, Senin (29/2/2016).

Kepala BNPT, Komjen Pol Dr Saud Usman Nasution, SH MH mengatakan, kegiatan bertujuan membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikalisme dan terorisme dengan menggandeng 1.000 mahasiswa dan dosen berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.

“Kami menganggap kerjasama dan kegiatan seperti ini merupakan momentum sangat berharga dan sekaligus strategis, mengingat dinamika perkembangan kelompok radukal beru bernama ISIS semakin hari semakin mengkhawatirkan,” jelas dia.

Teroris di Indonesia bukanlah baru. Sejak masa Orde Lama hingga Reformasi aktifitas teroris kerap menjadi hantu yang menakutkan bagi keamanan serta kedaulatan bangsa bernegara.

“Tidak ada strategi tunggal karena kelompok teror selalu bergerak dinamis mengadaptasi perubahan lingkungan strategis baik lokal, nasional maupun global, ” bebernya.

Sejumlah pemuda telah direkrut ISIS. Contohnya, Wildan asal Lamongan yang kuliah di Mesir, dinyatakan meninggal setelah terlibat pertempuran Irak 2014. Disusul Siti Lestari, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang dibawa kekasihnya ke Suriah dan bergabung ISIS.

“Beberapa contoh tersebut secara nyata sangat memperhatinkan,” terang dia.

Melalui momentum ini, diharapkan kampus mampu menjadi salah satu benteng utama memangkal beredarnya paham terorisme di bumi Indonesia. Dalam acara juga dihadiri Komisi III DPR RI, Abdul Kadir Karding. Selain itu, diadakan juga MoU serta Deklarasi Damai Komitmen Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS di Kalangan Perguruan Tinggi Se-Jawa Tengah. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.