Sabtu, 25 September 21

BNPB : 5 Orang Meninggal Tertimbun Longsor Di Tegal

BNPB : 5 Orang Meninggal Tertimbun Longsor Di Tegal

ilustrasi (ist)

Imar

Jakarta-Hujan deras telah menyebabkan tanah longsor dan menimbun 5 orang penggali tanah di Desa Karang Mulya RT 04/03 Kelurahan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (4/6/2013) pukul 15.45 WIB.

“Akibat longsor menyebabkan 5 orang meninggal dunia,”kata
Kepala Pusat data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya di Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Korban telah ditemukan dan berhasil diidentifikasi yaitu: Khotimah Binti. Tahyid (P)  50 tahun, Sapuroh Binti  Nawawi (P) 55 tahun, Rumanah Binti Wasrap (P) 50 tahun, Tarmudi  Bin Nurdi (L) 60 tahun, dan Akhamid Bin Dukat (L) 45 tahun.

Sutopo mengungkapkan korban adalah penambang tanah untuk bahan batako. Kejadian bermula saat mereka menggali di tebing setinggi 5 meter. Dan penggalian ke bawah tanah sedalam 2-3 meter. Tiba-tiba tanah di tebing yang berupa kebun longsor.

“BPBD Tegal, TNI, relawan dan warga setempat telah berhasil melakukan evakuasi korban,”ujarnya.

Evakuasi, lanjutnya dilakukan secara manual karena alat berat tidak memungkinkan didatangkan ke lokasi longsor. Terkait dengan hal ini masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dengan cuaca ekstrem yang mudah berubah.

“Adanya anomali pola angin yang berasal dari Samudra Hindia bergerak ke timur laut menusuk Jawa dan Sumatera, lalu berbelok ke timur menunjukkan pola yang mirip dengan musim penghujan. Pola angin itu mirip pola angin baratan atau monsunal Asia dari barat ke timur,”sebutnya.

Umumnya, kata dia hal ini berlangsung pada musim penghujan, sedangkan saat ini adalah musim pancaroba menuju musim kemarau.

“Kondisi demikian menyebabkan wilayah Indonesia masih berptensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu banjir dan longsor,”pungkasnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.