Kamis, 29 September 22

BNPB: Kabut Asap di Kaltim, Kalsel, Pekanbaru dan Riau Makin Berbahaya

BNPB: Kabut Asap di Kaltim, Kalsel,  Pekanbaru dan Riau Makin Berbahaya
* Kabut asap di Pontianak

Jakarta, Obsessionnews – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Kaltim, Kalsel, Pekanbaru dan Riau, kabut asap pekat yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menyebabkan kondisi udara di sana dalam status berbahaya.

“ISPU 21-10-2015, Riau 596 (berbahaya), Jambi 407(Berbahaya), Sumsel 300 (sangat tdk sehat), Kalbar 784 (berbahaya), Kalteng 1950 (berbahaya),” kicau Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya, Kamis (22/10/2015). (baca juga: Juan Turun, Kabut Asap Tetap Tebal)

kabutasap

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) adalah laporan kualitas udara kepada masyarakat untuk menerangkan seberapa bersih atau tercemarnya kualitas udara di lingkungan mereka, dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan setelah menghirup udara tersebut selama beberapa jam atau hari.

ISPU pada kisaran 0-50 menandakan kalau kualitas udara baik, 51-100 kualitas udara sedang, 101-199 kualitas udara tidak sehat, 200-299 kualitas udara sudah masuk tidak sehat, dan 300-500 kualitas udara dinyatakan berbahaya.

Sutopo menjelaskan, akibat pekatnya kabut asap di Kalteng, sensor Satelit Tera Aqua tidak dapat menembus asap itu, sehingga diperkirakan di bawahnya, di wilayah Kalteng, terdapat banyak hotspot.

Ia bahkan menyebut, jarak pandang di perbatasan Kalsel-Kalteng pada hari ini hanya mencapai 50 meter, sehingga langit menguning.

“Masya Allah …,” ucap Sutopo dalam kicauannya.

Di Pekanbaru, Riau, pagi ini jarak pandang juga terpantau hanya 50 meter akibat pekatnya kabut asap, sehingga jika warga di kota itu membuka jendela kamar, yang tampak hanya asap dan bau kayu yang terbakar.

“Riau dikepung asap tambah pekat. Upaya sudah dilakukan maksimal. Tapi banyak tempat masih dibakar,” pungkas  Sutopo.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.