Jumat, 22 Oktober 21

Blok Masela, Dilema Operasional Atau Prinsip

Blok Masela, Dilema Operasional Atau Prinsip

Oleh: Makbul Muhammad*)

Dilema dalam hal mengambil keputusan tentang mengoperasikan Blok Masela antara “offshore atau onshore”  telah menggiring opini publik begitu hebohnya, bahkan aduh argumen Menteri-menteri di kabinet kerja Jokowi turut mewarnai debat tentang Blok Masela ini.

Momentum ini saya kira menjadi panggung untuk mengadu konsep dalam menjelaskan secara kajian akademis tentang kebijakan migas dalam perspektif membangun kedaulatan energi nasional.

Ironinya, perdebatan tentang blok masela ini masih terbelenggu di ranah teknis operasional. Lebih dari kajian teknis operasional ini menurut saya ada hal yang lebih mendesak (prinsip) tentang siapa yang akan menjadi operator, mengingat saat ini  blok masela masih dikuasai oleh inpex corporation.

Skenario yang abai terhadap hal prinsip seperti ini adalah sebagai upaya menggiring opini publik agar tidak penyentuh kepada akar persoalan. Padahal ini adalah momentum pemerintahan jokowi untuk segera mengaktualisasikan gagasan kemandirian ekonomi di sektor energi yang sesuai dengan konsep TRISAKTI.

Dalam hal alur kajian Blok Masela, seharusnya dimulai dari bagaimana pemerintah bisa menjadi kuasa operator operasional, setelah itu baru mengantarkan perdebatan pada level bagaimana teknis operasionalnya apakah offshore atau onshore.

Pengajuan proposal perluasan kilang oleh perusahaan asal jepang itu (inpex) mestinya ditinjau kembali, dalam hal ini pemerintah mestinya melimpahkan dulu kepada perusahaan minyak nasional (pertamina) tentang kesiapannya untuk mengelola Blok Masela ini.
Jika serius ingin mewujudkan TRISAKTI, Pemerintah Jokowi-JK harus melihat Blok Masela ini dalam perspektif pembangunan kedaulatan energi yang menempatkan perusahaan negara yang menjadi operator dari sumber daya alam yang sesuai dengan amanat pasal 33 UUD 1945.

Sudah cukup sumber daya alam bangsa ini tergadaikan kepada perusahaan-perusahaan asing. [#]

*) Makbul Muhammad – Ketua Bidang Kemaritiman KPP Partai Rakyat Demokratik (PRD)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.