Selasa, 14 Juli 20

‘Black Comedy’

‘Black Comedy’

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengemban Dakwah

 

Saya tidak asing dengan hiburan, apalagi stand-up comedy. Sebelum ramai di Indonesia, sering pula saya mendengar komedian luar negeri, terutama Amerika.

Di dalam Islam, bercanda boleh selama tidak berdusta. Bahkan dalam acara @YukNgajiID diselipkan candaan hingga peserta kajian tidak bosan dan suasana jadi hidup.

Tertawa bukan dilarang, asal tidak terlalu banyak hingga jadi mematikan hati. Dalam urusan yang satu ini, kawan saya, @cahyoahmadirsyad, bilang, itu membahagiakan orang.

Hanya kita harus tahu, di Amerika yang diklaim asalnya, stand-up comedy memang menjadi media kritik sosial, selain ditujukan untuk menghilangkan ketegangan.

Para komedian itu lalu menjadikan joke (gurauan) mereka jadi semisal edukasi sosial, tentang isu-isu yang mereka anggap salah, lalu menawarkan seharusnya.

Kita tahu, kebanyakan orang Amerika tak percaya Tuhan, atau tak percaya agama, maka sebagian besar komedian pun begitu, jiwa seni mereka menolak dibatasi agama.

Tak jarang mereka menjadikan agama sebagai bahan olok-olokan, lalu ditertawakan bersama-sama. Tentu Kristen dan gerejawan adalah menu utama mereka.

Mereka menganggap agama adalah sumber masalah, yang menyebabkan manusia jadi tidak maju, pembodohan terhadap manusia dengan doktrin-doktrinnya.

Sebab bagi kebanyakan komedian, adalah absurd untuk percaya pada agama, bahkan bodoh. Mereka banyak mendewa-dewakan sains dan kemanusiaan.

Mereka dikenal dengan black comedian, bukan karena kulit mereka hitam, tapi materinya dianggap “hitam”, yaitu membicarakan yang tabu dan menghina agama.

Karena itu saya tak heran, kebanyakan stand-up comedian di Indonesia memiliki paham yang sama, kiblatnya sama, hanya tak sebebas orang Amerika dalam mengekspresikan.

Saran saya, ketimbang mengikuti dan mendengar lawakan mereka yang sama sekali tak peduli pada agama, bahkan menjadikan itu sebagai lawakan, tinggalkan saja.

Masih banyak hiburan yang bermanfaat, misalnya kajian @UstadzAbdulSomad bisa lucu tapi sarat ilmu dan manfaat. Ngefans ulama, malah buat selamat.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.