Sabtu, 8 Oktober 22

BKPM Optimis Tahun Ini Masuk Investasi Rp519 Triliun

BKPM Optimis Tahun Ini Masuk Investasi Rp519 Triliun

Jakarta, Obsessionnews Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani optimistis dapat melampaui target realisasi investasi 2015 yang dipatok Rp519 triliun.

Keyakinan itu ditunjukkan dari realisasi investasi sepanjang kuartal II Januari-September 2015 yang mencapai Rp400 triliun, naik 16,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp342 triliun.

“Realisasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) mencapai Rp47,8 triliun, meningkat 14,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan PMA (Penanaman Modal Asing) mencapai Rp92,5 triliun atau tumbuh 18,1%,” ujar Franky dalam paparannya pada acara Konferensi Pers Realisasi Investasi Januari-September 2015 di Ruang Makassar, Jakarta, Kamis (22/10/2015). (Baca juga: Kepala BKPM Ingin PP Taz Allowance Direvisi)

BKPM

Sementara secara kumulatif, lanjutnya, realisasi investasi Januari-September 2015 mencapai Rp400 triliun, meningkat 16,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp342 triliun. Franky mengklaim, realisasi investasi itu sudah mencapai 77% dari target realisasi investasi tahun 2015 sebesar Rp519,5 triliun. Ia menilai, dengan kontribusi menyerap lebih dari 1 juta tenaga kerja merupakan hak yang patut disyukuri.

“Kinerja investasi ini menunjukan geliat pertumbuhan di tengah-tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta menunjukan bahwa investasi memberikan dampak ganda seperti peningkatan penyerapan tenaga kerja 1.059.734 orang, naik 10,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar 960.336 orang. Hal ini menggambarkan kepercayaan investor terhadap kondisi Indonesia seperti saat ini,” imbuhnya.

Franky menuturkan, point penting relisasi Investasi Januari-September 2015, adanya peningkatan investasi di luar Jawa mencapai Rp180,7 triliun, naik 45,2% dibanding proporsi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 43,6% dari total realisasi investasi

“Ini menjadi visi pemerintah melalui pemerataan pembangunan atau orientasi pembangunan yang Indonesia Sentris. Kenaikan proporsi realisasi investasi di luar Jawa merupakan salah satu indikator pemerataan yang diharapkan,” katanya.

Walaupun demikian, lanjutnya, capaian positif realisasi investasi Januari-Sepetember memberikan rasa percaya diri prospek investasi yang akan datang menjadi lebih baik.

“Kinerja yang baik selama 9 bulan pertama tahun ini menunjukkan investasi yang meningkat, optimisme bukan hanya target 15% akan terlampaui, namun target tahun depan antara 15-18% positif akan tercapai,” pungkasnya. (rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.