Jumat, 9 Desember 22

BKPM Beri Info Peluang Investasi Dalam Negeri Kepada Jepang

BKPM Beri Info Peluang Investasi Dalam Negeri Kepada Jepang

Jakarta, Obsessionnews – Untuk meningkatkan iklim investasi nasional, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan gambaran dan proyeksi atas iklim investasi sesuai RPJMN 2015 – 2019 kepada 200 calon investor baru maupun yang akan melakukan perluasan asal Jepang.

Bekerjasama dengan JETRO dan PT Jababeka Tbk, 200 investor asal negara sakura tersebut diundang untuk mengikuti acara “Indonesia Economic Perspective, Infrastructure and Manufacture Investment Opportunities and Challenges 2015 – 2019” di Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Menurut Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal BKPM, Himawan Hariyoga, pemilihan investor dan calon investor asal Jepang itu didasarkan pada data realisasi investasi BKPM tahun 2010 – 2014, dimana negeri tersebut menduduki peringkat ke dua sebagai negara investor terbesar di Indonesia.

“Data BKPM pada 2010-2014, realisasi investasi Jepang menduduki peringkat kedua sebagai negara investor terbesar di Indonesia. Korea Selatan menempati posisi ketiga. Jepang ini selalu menjadi investor yang konsisten berada pada peringkat lima besar sebagai negara investor terbesar di Indonesia dan menunjukkan komitmen investasi yang sangat serius,” ujar dia.

Tujuannya, lanjut dia, BKPM ingin memberikan informasi kepada para mereka tentang kebijakan dan peluang investasi di sektor Infrastruktur dan Manufaktur di seluruh Indonesia. Selain juga Memberikan informasi tentang rencana pembangunan Kawasan Industri baru di seluruh Indonesia.

Serta yang paling nyata adalah memberikan kesempatan kepada para investor Jepang untuk berdiskusi secara langsung dengan BKPM beserta para pembicara lainnya tentang permasalahan yang mereka hadapi dalam berinvestasi di Indonesia.

“Dengan ini diharapkan para investor Jepang mendapatkan informasi yang lebih komprehensif mengenai outlook perekonomian Indonesia pada era pemerintahan yang baru sekaligus menumbuhkan minat para investor Jepang untuk menanamkan modalnya atau memperluas usahanya di Indonesia,” tambah dia.

Pada kesempatan itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yusuke Shindo mengaku bahwa kerjasama investasi antara Jepang dan Indonesia sebenarnya sudah terjalin sejak lama.

Menurut dia, potensi investasi Jepang ke Indonesia akan semakin besar karena saat ini BKPM telah mempermudah perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau one stop service.

Kedepan, sambung dia, iklim investasi itu akan semakin menarik jika pemerintah Indonesia serius dalam melakukan perbaikan diberbagai sektor terkait seperti perizinan dan infrastruktur nasional.

“Untuk mencapai investasi lebih banyak, perlu percepatan prosedur, infrastruktur, pelabuhan. Masalah insentif perpajakan dan ketenagakerjaan harus diselesaikan,” kata dia.

Selain Duta Besar Jepang, hadir dalam kesempatan tersebut Vice President Director Japan Trade External Organization (JETRO), Mitsutoshi Okabe dan sejumlah pembicara seperti Deputi Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Luky Eko Wuryanto, Direktur Deregulasi Penanaman Modal, Yuliot, Direktur Pengembangan Fasilitasi Industri Wilayah III, Dirjen Pengembangan Kawasan Industri Kementerian Perindustrian, Ahmad Sigit Dwiwahjono, serta Senior Vice President Head of of International Banking BNI 46, Abdullah Firman Wibowo. (Kukuh Budiman)

Related posts