Kamis, 14 November 19

Bisnis Prostitusi Online Sudah Mengkhawatirkan

Bisnis Prostitusi Online Sudah Mengkhawatirkan
* Ilustrasi bisnis prostitusi online. (foto: Intisari online - Grid.id)

Jakarta, Obsessionnews.comBisnis prostitusi online sudah sangat mengkhawatirkan. Setidaknya itu yang diungkapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menanggapi soal bisnis prostitusi. Sebab bisnis prostitusi ini sudah melibatkan orang penting, bahkan melibatkan publik figur, seperti artis.

Bisnis prostitusi online saat ini sudah bukan tabu lagi terdengar di kuping masyarakat Indonesia.  Tak hanya masyarakat biasa, pelaku dari bisnis prostitusi ini diduga dari kalangan pejabat dan pengusaha. Publik figur atau kalangan artis sebagai pekerja seksual (PSK) yang dipesan oleh konsumennya.

 

Baca juga:

Membedah Konstruksi Hukum Kasus Vanessa Angel dalam UU ITE

Vanessa 80 Jt Jadi ‘Trending Topic’ di Google

Benarkah Prostitusi Profesi Tertua dalam Kebudayaan Manusia?

Pejabat dan Pengusaha Pelanggan Prostitusi Artis

Disebut Terlibat Prostitusi Online, 5 Artis Ini Dibidik Polisi

 

Seperti baru-baru ini yang terjadi, Vanessa Angel (VA) ditangkap oleh anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) karena diduga terbukti melakukan bisnis prostitusi di salah satu hotel di Surabaya, Jatim.

Anggota Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan dua artis FTV yakni Vanessa Angel dan selebgram berinisial AF pada salah satu hotel di Surabaya, Sabtu (5/1/2019). Kedua artis tersebut diduga terlibat kasus prostitusi online.

Terungkapnya prostitusi online berawal informasi dari masyakarat. Di mana disebutkan  ada kegiatan transaksi prostitusi di wilayah hukum Polda Jatim. Informasi tersebut diterima polisi sebulan lalu. Kemudian polisi melakukan penyelidikan atas informasi itu.

Rupanya kabar tersebut benar adanya. Setelah polisi melakukan penggerebekan pada salah satu hotel di Surabaya, ada dua artis sedang melayani pria hidung belang dalam sebuah hotel. Keduanya berada di kamar hotel yang berbeda.

Selanjutnya polisi membawa kedua artis itu ke Mapolda Jatim untuk diperiksa sebagai korban. Polisi juga mengamankan 4 orang saksi dan menangkap satu tersangka yang diduga melaksanakan transaksi elektronik pada pelecehan seksual alias mucikari.

Tarif kedua artis tersebut berbeda. Di mana ada yang mematok Rp 80 juta sekali kencan. Serta ada yang memasang tarif Rp 25 juta untuk sekali kencan. Kedua artis kerap kali bolak balik Jakarta-Surabaya.

Ternyata bisnis prostitusi online itu mendapat tanggapan dari MUI. Apresiasi positif pun diberikan kepada Polri, karena cepat tanggap dalam mengungkap kasus tersebut.

Wakil Ketua Umum MUI KH Zainut Tauhid Sa’adi berharap kasus itu terus dikembangkan oleh polisi agar dapat menjerat para pelaku dan semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi online tersebut.

“Bisnis prostitusi ini sudah sangat mengkhawatirkan karena pelakunya melibatkan publik figur dan kalangan artis sebagai pekerja seksual (PSK), hal ini dapat berakibat buruk terhadap para remaja kita, karena dikhawatirkan mereka meniru gaya hidup seperti itu, apalagi dengan imbalan yang sangat fantastis,” ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/1).

Tak hanya itu, pria ke lahiran Jepara, Jawa Tengah, 20 Juli 1963 ini juga meminta kepada Polri untuk menuntaskan masalah prostitusi online dengan serius dan sungguh-sungguh. Sebab, dia sangat prihatin dengan maraknya praktik kehidupan yang melanggar nilai-nilai agama, etika dan susila ini.

Pria yang empat kali terpilih sebagai anggota DPR RI ini menjelaskan, berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran nilai-nilai susila seringkali terjadi di sekitar. Seperti maraknya perilaku seks bebas, hubungan sesama jenis, perdagangan orang, prostitusi, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya.

Untuk itu, lembaga yang menaungi para ulama itu (MUI) mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yaitu Pancasila dan nilai-nilai agama agar terjauh dari perbuatan yang dapat merusak martabat manusia. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.