Jumat, 29 Oktober 21

Bisnis Bersih-bersih Ala More Cling

Bisnis Bersih-bersih Ala More Cling
* David Adi Surya

Semarang, Obsessionnews – Perlu ketelatenan lebih ketika memulai sebuah usaha. Jatuh bangun adalah kewajiban yang harus ditempuh seorang entrepeuner. Mulai dari perencanaan, manajemen keuangan, sampai pemasaran wajib hukumnya dilakoni. Bahkan tak jarang bisnis yang dijalani seringkali berbeda dengan rencana awal. Coba saja lihat pengusaha besar sekelas Bob Sadino yang sukses mendirikan kerajaan perusahaan, dari sebelumnya penjual telur ayam. Kisah serupa dialami David Adi Surya, pemilik usaha di bidang kebersihan, More Cling, di Semarang, Jawa Tengah.

Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) ini tidak malu memulai usahanya walau dengan status ‘pejabat’ kampus. More Cling besutan David berdiri pada 2013 silam. Ia menceritakan bisnis yang dilakoni bersama adik dan teman sejawatnya kepada obsessionnews.com di kantor More Cling, komplek Ruko Tembalang Walk, Semarang, Sabtu (14/3).

Kantor More Cling di komplek Ruko Tembalang Walk, Semarang
Kantor More Cling di komplek Ruko Tembalang Walk, Semarang

“Awalnya More Cling dari dana usaha BEM sewaktu saya masih menjabat. Dari situ baru kepikiran, kayaknya kalau dikelola secara profesional bisa jadi bagus nih,” kenang pria kelahiran Jakarta ini.

More Cling adalah usaha yang menawarkan kebersihan kamar, mulai menyapu, mengepel dan membereskan kamar sampai benar-benar bersih, harum dan rapi. Di saat bersamaan, bisnis jasa serupa masih jarang ditemui di Kota Atlas, bahkan kota-kota besar lain.

Perusahaan bisnis bersih-bersih ala More Cling berbeda dengan perusahaan-perusahaan sejenisnya. Selain menargetkan kalangan mahasiswa maupun pekerja yang indekos, More Cling diklaim membersihkan lebih detil dan murah. Konsep pelayanan langsung kepada konsumen menjadikan pelayanan jasa ini berkesan eksklusif. Jika service cleaning lain menggunakan outsourcing, karyawan More Cling diberikan standar operasional yang jelas dari perusahaan serta langsung melayani pelanggan.

Kepercayaan menjadi patokan wajib sebuah bisnis jasa. David menuturkan, untuk mendapatkan kepercayaan, ia selalu mewajibkan konsumen mengisi formulir kondisi ruangan sebelum dibersihkan. Bila terjadi kehilangan, klaim berlaku 1 x 24 jam. Lebih dari itu klaim masih dapat dilakukan melewati proses tertentu. Satu ruangan kamar dipatok harga Rp 35.000, dapur Rp 30.000, dan ruangan lain berdasarkan standar luas 3 x 3 meter persegi.

“Kalau paketan lebih murah, ada More Clean, itu satu minggu sekali, Love Clean dua minggu sekali dibersihkan, dan Addict Clean empat kali dalam seminggu. Rata-rata pelanggannya kalangan mahasiswa Undip, tapi tidak menutup kemungkinan bagi khalayak umum yang ingin mencoba jasa kami,” ujarnya.

Dalam mengelola usahanya, David menerapkan konsep mendidik karyawan dengan memberi contoh. Sewaktu membuka usaha, ia bersama adik dan empat rekannya harus berjuang ekstra keras. Apalagi saat itu David masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di Undip.

Dengan modal hasil memenangkan lomba-lomba bisnis, David memberanikan diri membuka More Cling di rumah kontrakan. Berbekal pengalaman memimpin organisasi, dia mengatur keuangan sampai sistem kepegawaian More Cling. Ia tidak memanggil karyawan dengan pegawai, namun skuad.

“Di sini seperti keluarga. Kami menjuluki diri sebagai skuad, satu tim. Saya juga masih sering turun ke lapangan. Prinsipnya, saya ingin semua orang yang pernah bekerja di sini bisa membuka usaha lain. Masak iya mau kerja jadi skuad terus?” tutur calon wisudawan Undip itu sambil tersenyum.

Aral rintangan bak makanan sehari-hari baginya. Tapi ia terima dengan kerja keras dan niat keras. Lelaki berperawakan tinggi tersebut membagi tugas manajerial dengan sang adik, Donny. Kebetulan Donny mengambil perkuliahan di bidang ekonomi sehingga membantu David ketika berurusan dengan pengaturan usaha.

“Alhamdulillah, saya juga bisa menerapkan ilmu di perkuliahan di More Cling. Kalau ngurusin kontrak, perjanjian, ilmu hukum juga kepakai kan?” kata David.

Memasuki tahun ketiga, kini More Clean memiliki 25 karyawan. Dia mengungkapkan penggajian skuad tidak seperti perusahaan lain yang notabene outsourcing. “Kami menggaji dengan sistem bagi hasil. Setiap kali order satu karyawan berhak mendapatkan Rp 10.000, belum termasuk ongkos jalan,” ujarnya.

“Bayangkan saja satu hari dia bisa dapat 5 order. Per order maksimal bersihkan paling 45 menit. Lumayan kan daripada minta uang jajan sama orang tua?” imbuhnya.

Keuntungan berbisnis More Cling terbilang cukup fantastis untuk unit usaha kreatif. Dalam waktu singkat David sudah mampu menyewa ruko. Bisa dilihat dari segi kuantitas order mencapai 1.000 pesanan perbulannya. “Kalau lagi ramai pendapatan kotornya bisa mencapai Rp15-20 juta per bulan,” tutur David.

Ke depan ia berencana membuka cabang di sekitar Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pelita Harapan (UPH). Tentu David tidak berhenti di situ saja. Ia bermimpi suatu saat menjadi seorang pengusaha sukses layaknya pendekar-pendekar bisnis di Indonesia. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.