Sabtu, 4 Desember 21

Bisikan Mesra Owi, Tenangkan Butet

Bisikan Mesra Owi, Tenangkan Butet

Jakarta, Obsessionnews.com- Tontowi Ahmad alias Owi dan pasangannya Liliyana Natsir alias Butet, punya resep khusus untuk menyemangati ketika salah satu sedang drop. Pas,
skor Owi/Butet di game kedua sempat nyaris terkejar oleh Chan/Goh, 12-10, lantaran Butet banyak buat salah. Langsung Owi membisikan kata-kata mesra.

“Saat itu Owi berkata kepada saya ‘Nggak apa-apa cik, saya siap back-up di belakang. Cik Butet tenang aja jaga di depan. Cici lebih unggul kok (permainan) depannya’. Kata-kata Owi ini membuat saya makin semangat dan percaya diri. Setelah break, saya rileks saja, toh di game pertama saya sudah menang juga, seharusnya lawan yang under pressure,” ungkap Liliyana alias Butet, seperti dilansir laman resmi PBSI, badmintonindonesia.org, Kamis (18/08/2016).

baca juga:

Owi/Butet Persembahkan Emas untuk Indonesia

Menpora Cukur Rambut dan Kumis, Nazar Emas Indonesia

Indonesia Dapat 10 Emas, Asal..

Toni Syarifudin Lolos ke Perempatfinal Olimpiade

Bulutangkis Bangkit dari Masalah di Olimpiade 2012

Menang dengan skor meyakinkan, siapa sangka ternyata Tontowi/Liliyana sempat ‘goyang’ di pertengahan game kedua. Lalu apa yang membuat mereka bangkit?

“Waktu di game kedua, kondisinya itu kami lebih enak untuk menyerang, kalau main bertahan agak kurang aman. Jadi waktu di depan net, bagaimana caranya saya harus menurunkan bola. Tetapi ternyata sudah dijagain oleh lawan, saya yang maksa menurunkan bola, malah jadi mengangkat bola, saya terpancing dan buru-buru,” kata Butet buka kartu.

butet-owi

Begitu sebaliknya, saat Owi melancarkan serangan smas mematikan terlalu rendah dan berbuah angka buat pasangan lawan, giliran Butet yang menenangkan pasangan bermainnya itu.

“Pressure di olimpiade memang luar biasa, walaupun sudah berpengalaman main di olimpiade, pasti ada beban, tekanan tinggi. Apalagi kami tinggal sendiri, dan hari ini adalah hari kemerdekaan Indonesia, maunya kami memberikan yang terbaik. Pokoknya perasaannya campur aduk lah,” cerita Butet usai laga.

Pertarungan di arena olimpiade memang bukan hal yang mudah, bahkan untuk pemain senior sekalipun. Besarnya tekanan dan beban di pundak para atlet di ajang olahraga terakbar empat tahunan ini, terkadang membuat mereka tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik.

“Saya akui waktu masuk lapangan, saya merasa tegang, di awal mainnya juga kurang lepas. Tetapi waktu sudah ‘panas’, saya bisa jaga tempo permainan, lebih rileks dan jaga kekompakan dengan Owi,” tambahnya.

Sukses mencatatkan sejarah baru bulu tangkis Indonesia. Keduanya merebut medali emas di Olimpiade Rio 2016 seusai mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying, Malaysia, 21-14, 21-12. Hasil ini sekaligus menjadi kado spesial di hari kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia.

Kekompakan Liliyana dan Tontowi akhirnya berbuah manis. Tak hanya berhasil meraih satu-satunya medali emas untuk kontingen Indonesia dan memberi kado terindah untuk HUT RI ke 71, Tontowi/Liliyana juga memecahkan rekor untuk sektor ganda campuran yang akhirnya sukses mencetak prestasi emas di olimpiade, setelah sebelumnya dua kesempatan emas di final gagal diraih di Olimpiade Sydney 2000 dan Olimpiade Beijing 2008. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.