Jumat, 30 September 22

‘Bisikan Cinta dari Tuhan’ Sarat Konflik

‘Bisikan Cinta dari Tuhan’ Sarat Konflik
* Abdul Halim (kanan), penulis novel 'Bisikan Cinta dari Tuhan' dan Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Padang, Obsessionnews – Abror, seorang presiden mahasiswa di sebuah kampus di Medan, Sumatera Utara, membenci Minangkabau, Sumatera Barat. Kebenciannya dilatarbelakangi karena ayahnya yang orang Minang dibuang dari keluarganya. Pasalnya, sang ayah memilih istri seorang gadis Batak yang menjadi ibu Abror.

Kebencian lainnya karena ayahnya pernah ditipu oleh oknum orang Minang yang bekerja padanya dan melarikan dua truk ikan kering.

Kebencian itu sedikit surut ketika Abror bertemu Nida Zahra, gadis Minang yang membuat dirinya jatuh hati. Zahra menerima cinta Abror, namun diam-diam Zahra telah mempunyai seorang kekasih di Padang yang sedang kuliah di sebuah kampus ternama di Jawa.

Ketika Abror tahu dirinya dikhianati, dia terpukul. Kebenciannya kepada orang Minang muncul kembali. Sebagai pelarian, ia memacari gadis Minang lainnya, yaitu Resti dan Serly. Kedua gadis itu tidak sungguh-sungguh dia cintai, dan akhirnya ia tinggalkan.

Resti tiba-tiba mengaku hamil dan meminta Abror bertanggung jawab, namun Abror tidak pernah melakukan perbuatan terlarang bersama Resti. Rupanya, Resti dihamili pacarnya yang bukan Abror. Sementara di Padang Zahra dikhianati pacarnya, Ilham, yang menikah dengan gadis Jawa.

Zahra menyesal menyakiti Abror yang berbuah karma pada dirinya. Ia meminta maaf kepada Abror dan ingin merajut kembali cinta suci mereka. Namun, Abror menolak karena terlanjur kecewa.

Luka yang diberikan Zahra di sisi lain menumbuhkan semangat Abror untuk menempuh pendidikan S2 ke Jepang. Dia mendapat beasiswa bersama sahabatnya, Rasyid. Di Jepang Abror bertemu Akari, gadis Jepang yang pernah kuliah di Medan dan menyukai Abror. Jika Abror mau menikahinya, Akari siap menjadi seorang muslimah.

Cerita di atas cuplikan dari novel Bisikan Cinta dari Tuhan karya Abdul Halim, mahasiswa Universitas Andalas yang dibedah di aula Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang, Minggu, (25/10/2015).

Acara bedah buku itu diselenggarakan Forum Al-Irsyad Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol. Pesertanya kalangan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Padang.

Abdul Halim mengatakan, ide novel Bisikan Cinta dari Tuhan ia pungut dari sejumlah realitas sosial yang tengah terjadi di masyarakat, dan sedikit diambil dari kisah hidupnya.

“Sebagian besar ide cerita saya dramatisir dan buah imajinasi,” cetusnya.

Sementara itu Muhammad Subhan, motivator kepenulisan dari Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, yang tampil sebagai pembicara mengatakan, novel itu sarat dengan konflik yang menarik. Meski temanya sudah umum yakni tentang percintaan, sang pengarang mampu mengelabui pembaca lewat alur cerita yang memikat. (Baca: FAM Indonesia Sebarkan Semangat Cinta Menulis)

“Novel ini tidak mudah ditebak endingnya, dan konfliknya rumit,” ujar Subhan yang juga novelis. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.