Senin, 1 Juni 20

Bintang Kejora Berkibar di Depan Istana, Mengapa Pemerintah Diam?

Bintang Kejora Berkibar di Depan Istana, Mengapa Pemerintah Diam?
* Aksi warga Papua mengibarkan Bendera Bintang Kejora di depan Istana Merdeka. (Foto: Republika)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sudah berapa kali masyarakat Papua melakukan unjuk rasa di depan Istana. Mereka menuntut kemerdekaan dengan mengibarkan bendera Bintang Kejora, simbol dari perlawanan gerakan separatis di Papua. Aksi itu juga sebagai respons cepat atas berbagai kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat.

Kepala Staf Presiden, Moeldoko, menyatakan pihaknya memahami Bintang Kejora adalah simbol kemerdekaan rakyat Papua. Namun, pemerintah sengaja membiarkan bendera itu berkibar tanpa ada larangan, bahkan tindakan yang represif yang berujung pada ketegangan fisik.

Moeldoko menyebutkan, meski sebenarnya bendera Bintang Kejora itu dilarang, pemerintah tidak melawan. Kenapa? Ia menilai ada skenario yang sengaja dibangun untuk memancing tindakan keras dari pemerintah Indonesia, khususnya dari aparat keamanan baik TNI atau Polri. Namun, Moeldoko menegaskan, pemerintah tidak ingin terbawa provokasi tersebut.

“Kita itu bermain di batas psikologi. Jadi kita juga harus ukur dengan baik. Kita juga tidak boleh emosional. Karena kalau kita ikut larut dalam emosi maka langkah tindakan menjadi tidak terkontrol,” jelas Moeldoko di kantornya, Rabu (28/8/2019) petang.

Ia menyampaikan, gejolak tentang Papua belakangan ini memang ditunggangi oleh provokator yang ingin memecah persatuan Indonesia. Gerakan ini dilakukan baik oleh kelompok bersenjata atau poros politik yang memiliki tujuan serupa. Kelompok ini, ujar Moeldoko, gerah dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang sedang gencar melakukan pembangunan di Tanah Papua.

“Kecemasan yang dihadapi oleh mereka adalah dia tak bisa lagi membohongi rakyat. Dia tidak bisa lagi membohongi dunia luar bahwa Papua itu begini, begini,” ujar Moeldoko.

Puluhan massa yang menggelar aksi di seberang Istana Merdeka beberapa hari lalu sempat meminta Presiden Jokowi untuk menemui mereka. Puluhan mahasiswa asal Papua ini menuntut adanya referendum bagi Papua. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.