Jumat, 24 September 21

BIN Lebih Bagus Perangi Korupsi dan Neolib

BIN Lebih Bagus Perangi Korupsi dan Neolib

Jakarta, Obsessionnews – Nampaknya, kini sudah bukan zamannya lagi Badan Intelijen Negara (BIN) memata-matai musuh politik penguasa. Oleh karena itu, kalangan aktivis yang tergabung dalam Jaringan ’98 menyarankan kepada BIN pimpinan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso alias Bang Yos untuk lebih melakukan peran memerangi korupsi dan neoliberalisme (neolib).

“Selamat untuk Bang Yos, Kepala BIN terpilih. Tugas berat menanti, perang terhadap teror korupsi dan neoliberalisme!” seru Juru Bicara Jaringan ’98, Ricky Tamba dalam pernyataannya, Minggu (5/7/2015).

Menurutnya, korupsi justeru menjadi ancaman pokok stabilitas Indonesia. Maraknya korupsi elite dan politisi, menstimulasi rakyat mengidap pragmatisme akut di berbagai momentum demokrasi dan kehidupan sosial budaya.

“BIN harus diberdayakan untuk penyadaran rakyat akan bahaya korupsi, juga menyerap informasi berbagai indikasi pidana korupsi hingga desa. Dengan konsep satu agen BIN di tiap kabupaten, bisa eliminir korupsi sejak dini. APBN, APBD dan anggaran desa tidak terus jadi bancakan pengkhianat bangsa,” saran Ricky.

Selain korupsi, lanjut dia, BIN adalah garda terdepan bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) hadang gempuran neoliberalisme yang menerpurukkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Neoliberalisme adalah penjajahan gaya baru, sama seperti neokolonialisme yang dibenci Bung Karno, yang masuk melemahkan ketahanan bangsa dan wawasan bernegara.

“Caranya macam-macam, bisa melalui konsesi suap ke pejabat daerah dalam izin pertambangan yang eksploitasi sumber daya alam merugikan masyarakat lokal dan keuntungan dilarikan ke luar negeri. Juga bisa dalam bentuk pasokan budaya asing yang negatif seperti gaya hidup seks bebas dan narkoba,” terangnya.

Ricky berharap BIN semakin maju, modern dan efektif dikomando Sutiyoso yang piawai di kemiliteran dan pemerintahan, sehingga membantu Presiden Joko Widodo mewujudkan janji Nawacita dan Trisakti.

“Kami dukung Kepala BIN perangi teror korupsi dan neoliberalisme. Area pertempuran sudah bergeser, dari perang konvensional domestik jadi perang informasi dan teknologi global. BIN harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman guna menjaga NKRI tercinta,” tandasnya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.