Senin, 29 November 21

Bike Story Bandung Siap Manjakan Penghobi Sepeda

Bike Story Bandung Siap Manjakan Penghobi Sepeda
* Bubur Kepiting salah satu menu makanan di Bike Story Bandung. (Foto: Tanto/MO)

Jakarta, obsessionnews.comBike Story, dari namanya saja sudah jelas terkesan bahwa tempat ini berhubungan dengan sepeda. Bisa dikatakan di sinilah surganya para penghobi gowes. Bagaimana tidak, setelah lelah bersepeda, Restoran yang terletak di jalan Ranggamalela, Bandung, Jawa Barat ini siap memanjakan Anda para pesepeda mulai dari pukul 07.00 pagi untuk weekend dan pukul 08.00 untuk weekday, waktu yang tepat untuk mengisi perut usai berolahraga menempuh jarak berkilo-kilo meter.

Tak hanya itu, sembari menunggu sarapan, sepeda pun ikut dimanjakan, dibersihkan di bike wash yang menyatu dengan resto. Atau sekaligus belanja kebutuhan sepeda, semuanya tersedia di Bike Story! Terang saja, karena sejatinya Bike Story hadir dari para penghobi sepeda.

Bermula dari 9 owner yang berkumpul dalam satu komunitas sepeda, tercetuslah ide membuat sebuah bisnis untuk tempat mereka menyalurkan passionnya. Tak butuh waktu lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan untuk mempersiapkan semuanya hingga pada Desember 2020 lalu, hadirlah Bike Story.

“Kita semua penggemar sepeda, dan beberapa owner ada yang sudah punya planning mau buka cuci sepeda, sementara aku penginnya restoran sekalian untuk tempat kumpul, akhirnya kenapa nggak sekalian saja. Jadi sekalian tematiknya sepeda. Pangsa pasarnya juga kan pandemi ini sepeda lagi bagus banget yah. Dan alhamdulillah pas buka benar tuh, kita nggak salah target market,” ungkap salah satu owner Bike Story Dwita Ariani dikutip dari majalah Men’s Obsession edisi 208, Jumat (28/5/2021).

Bicara makanan, resto dengan kapasitas 60 seating capacity ini, menyediakan banyak jenis masakan lezat dan minuman yang menyegarkan. Meski semula konsep awal makanan adalah kopitiam, untuk sarapan para pesepeda, namun dalam perjalanannya, seiring banyaknya permintaan tamu, Bike Story melengkapinya dengan aneka jenis masakan, mulai dari makanan ringan hingga makanan utama. Bubur Kepiting yang menjadi signature dishes Bike Story wajib dicoba. Rasanya begitu nikmat, wangi dan gurih kepitingnya begitu terasa.

“Bubur Kepiting ini yang paling kita tonjolkan. Kalau bubur ayam kan sudah banyak di mana-mana. Nah, bubur kepiting ini masih jarang. Kita terinspirasi dari bubur kepiting di Bali, akhirnya kita coba ngulik resep sekitar dua bulan sampai akhirnya dapat rasa yang pas, dan responsnya juga bagus,” ujar perempuan yang akrab disapa Wita ini.

Selain bubur kepiting, ada juga penganan ringan lainnya, seperti Dimsum, Roti Tuna Mentai dan gorengan. Ada pula aneka mie dan kwetiaw, serta beragam olahan nasi, seperti nasi kari, dan nasi goreng. Sementara untuk minuman, tersedia minuman sehat nan menyegarkan, seperti Jus Timun Lemon. Sedangkan bagi Anda pecinta kopi, tersedia aneka kopi untuk menemani hang out.

“Coba saja Es Kopi Malaka, Es Kopi Tarik, Es Kopi Lemon, dan masih banyak lagi. Semuanya menawarkan sensasi rasa yang begitu menggoda,” ajak Wita.

Ke depan Bike Story memiliki visi misi ingin lebih berkembang lagi dengan menghadirkan outlet sebanyak mungkin di kota-kota besar lainnya selain Bandung. Karena bisnis ini bermanfaat bagi banyak orang. Apalagi pandemi gini sepertinya menciptakan lapangan pekerjaan itu ‘sesuatu’ banget.

“Kami ingin ke depannya Bike Story bisa diduplikasi, dan mungkin nanti namanya bisa tema lain, disesuaikan dengan lokasi dan momentum. Jadi Bike Story itu tidak mengikat menjadi suatu brand yang kita bawa terus tapi bisa berkembang,” pungkas Wita.

Heera SKV yang juga owner dari Bike Story menambahkan, dalam perjalanannya, Bike Story ternyata mampu menarik market tak hanya para pesepeda. Namun dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sekolah hingga family.

“Alhamdulillah sejauh ini sudah mulai ramai. Pagi-pagi setelah mereka sepedaan, datang langsung sarapan di sini. Siang dan sore juga ramai, siang orang datang untuk lunch, sore banyak anak-anak muda yang nongkrong, dan malam hari banyak family yang dinner. Karena makanannya juga bermacam-macam dan bervariasi,” terang Heera. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.