Minggu, 20 Oktober 19

BIG Agent Jadi Cara Baru Hubungkan Pekerja dengan Pemilik Bisnis

BIG Agent Jadi Cara Baru Hubungkan Pekerja dengan Pemilik Bisnis
* Acara konferensi pers “Rise of Digital Enterprise” di JW Marriott Hotels Jakarta, Kamis (29/8/2019). (Foto: Kapoy/obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Human Capital Index yang dikeluarkan World Bank tahun 2018 menunjukkan peringkat Indonesia yang masih rendah dengan skornya hanya 0,53.

Fakta ini menunjukkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki bangsa ini ternyata masih rendah, sedangkan dunia kini menghadapi era disrupsi 4.0 yang mempersyaratkan SDM unggul.

Di sisi lain, permasalahan yang dialami oleh pelaku bisnis bukan saja dari sisi ketenagakerjaan, termasuk kesulitan memasarkan produk sampai dengan permodalan bisnis.

Memiliki misi untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis khususnya UMKM, Ralali.com sebagai online B2B marketplace pertama dan terbesar di Indonesia, melihat adanya kesempatan berkontribusi menghadirkan inovasi teknologi guna mendukung ekonomi digital.

Pada akhir 2018 lalu, Ralali.com melahirkan on-demand platform bernama BIG Agent. BIG Agent sudah berpikir lebih jauh, untuk membantu bisnis menjadi lebih mudah dengan memberdayakan dan menghubungkan SDM Indonesia melalui platform.

Founder dan CEO Ralali.com Joseph Aditya menjelaskan, BIG Agent merupakan wujud komitmen Ralali.com untuk memperkuat ekosistem digital Ralali.com guna menciptakan konektivitas dan inklusivitas.

Menurut dia, kolaborasi antara SDM unggul dengan inovasi teknologi ini akan berdampak pada pengembangan bisnis yang lebih mudah.

“Kami ingin membawa platform ini sebagai wadah sumber daya manusia berbasis freelancer melek teknologi, yang mampu menghubungkan jutaan manusia, sehingga pemerataan akses untuk bisnis pun mudah didapat,” ungkap Joseph dalam acara konferensi pers “Rise of Digital Enterprise” di JW Marriott Hotels Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Terkini, lanjut dia, 300 ribu Sobat Agent (sebutan bagi pengguna BIG Agent) sudah tersebar di 25 provinsi se-Indonesia, dengan dominasi di JaBoDeTaBek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang dan Palembang.

Yang menarik adalah bukan hanya mereka yang freelancer atau tidak memiliki pekerjaan yang bergabung menjadi Sobat Agent. “Namun juga karyawan, mahasiswa, pelajar bahkan ojek online, dengan dominasi rentang usia antara 21-25 tahun,” tutur Joseph.

Pelaku bisnis, kata dia, utamanya UMKM seringkali mengalami tantangan dalam mengembangkan bisnisnya. Keterbatasan biaya, keterbatasan waktu, keterbatasan relasi, belum lagi biaya upah SDM yang tidak sebanding dengan kualitas performa kerjanya.

Dengan adanya BIG Agent, pelaku bisnis bisa memangkas jarak dan waktu, menyebarluaskan bisnis dan produknya kepada sasaran yang tepat dan membayar sesuai dengan performa.

“Kehadiran BIG Agent ini membedakan kami dengan e-commerce lainnya, kami mendefinisikan cara baru melakukan bisnis,” tegas Joseph.

BIG Agent menjadi inovasi yang berdampak pada ekonomi digital Indonesia karena seluruh masyarakat bisa memiliki hak dan peluang yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonominya tanpa syarat yang sulit, hanya dengan menjalankan pekerjaan sesuai preferensi yang ada di platform BIG Agent.

Platform yang dekat dengan seluruh lapisan masyarakat ini menghubungkan pelaku bisnis dan pasarnya. Berdasarkan data Ralali.com, terdapat ratusan ribu pekerjaan yang ada pada platform BIG Agent, termasuk korporasi besar antara lain Unilever Food Solutions dan Sasa.

Ada tiga layanan pekerjaan yang diberikan BIG Agent bagi pelaku bisnis, yakni survei pasar (14.29%), promosi (74,52%) dan akuisisi (4,25%). Sistem kerja yang fleksibel memberi kesempatan besar bagi masyarakat seluruh kalangan untuk berkesempatan mengubah waktu luang menjadi uang dan menjadi mandiri dengan penghasilan tambahan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.