Rabu, 25 Mei 22

Bidik Tax Amnesty Rp 50 Triliun, BTN Akan Pacu Program Sejuta Rumah

Bidik Tax Amnesty Rp 50 Triliun, BTN Akan Pacu Program Sejuta Rumah

Jakarta, Obsessionnews.com – Antusiasme masyarakat dengan adanya Tax Amnesty membuat PT Bank Tabungan Negara, Tbk (BTN) juga turut mensukseskannya. BTN secara aktif akan menerbitkan sejumlah instrumen guna menampung dana repatriasi yang masuk.

Dana tersebut antara lain merupakan efek beragun aset (EBA) dengan target penerbitan mencapai 10 Triliun, penerbitan ini salah satu usaha perseroan guna menyerap dana repatriasi yang akan masuk.

Menurut Presiden Direktur BTN, Maryono. Selain EBA, BTN akan menampung dana Tax Amnesty dimulai simpanan biasa seperti tabungan, deposito dan giro.

“Instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti obligasi, negotiable certificate of deposite (NCD) dan medium term notes (MTN),” katanya dalam acara konferensi pers di Menara BTN, Jakarta. Senin (25/7/2016).

Ia melanjutkan, BTN akan membidik dana repatriasi mencapai Rp 50 Triliun dari kebijakan amnesty pajak. Dana tersebut akan difokuskan pada penyaluran ke sektor riil atau sesuai dengan core business BTN.

“Dana ini akan sangat membantu dalam menyukseskan program sejuta rumah yang dilakukan pemerintah,” tuturnya.

Pihaknya juga sudah menyiapkan rencana kemana dana tax amnesty akan disalurankan, seperti melakukan relaksasi pemberian kredit kepada pengembang yang akan membeli tanah untuk dibangun proyek rumah bersubsidi.

“Kelonggaran dari BTN akan menjadi modal yang baik untuk pengembang dalam program pembangunan perumahan, sebab tanah adalah komponen yang besar dalam proyek pembangunan rumah,” ujarnya.

Selain itu menurut Direktur Keuangan dan Treasury BTN, Iman Nugroho Soeko dengan menampung dana repatriasi ini pihaknya sudah siap melalui produk yang telah dimilikinya sesuai dengan aturan berlaku.

“Jadi lebih fleksibel, bisa deposito, NCD, obligasi, efek beragun aset surat partisipasi (EBA SP), kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA),” ungkapnya.

Namun, ia sendiri belum bisa menginfomasikan secara rinci mengenai penarikan dana repatriasi tersebut.

“Tunggu deh, nanti juga diinformasikan bank persepsinya nanti yang jadi gateaway siapa saja,” tutup iman. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.