Selasa, 26 Oktober 21

Biden Berulang Kali Beri Peringatan untuk China!

Biden Berulang Kali Beri Peringatan untuk China!
* Joe Biden. (Foto: HBR)

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah berulangkali memberikan peringatan keras kepada China terkait niat ekspansionisnya di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dalam satu pekan menjabat, Biden dan para pejabat keamanannya sudah menyatakan dukungan untuk Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Pada Rabu (27/1/2021), Biden mengatakan kepada Perdana Menteri Yoshihide Suga bahwa AS berkomitmen untuk membantu pertahanan Jepang, termasuk atas Kepulauan Senkaku yang juga diklaim oleh China.

Sikap tersebut digaungkan oleh Menteri Pertahanan Lloyd Austin, yang mengatakan kepada mitranya dari Jepang, Nobuo Kishi pada akhir pekan lalu bahwa pulau-pulau yang diperebutkan itu termasuk ke dalam Perjanjian Keamanan AS-Jepang.

Austin menegaskan bahwa AS tetap menentang setiap upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur.

Sementara itu, tiga hari pemerintahan Biden, jurubicara Departemen Luar Negeri Ned Price memperingatkan China yang mengirim 13 pesawat militer di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan.

“Kami akan berdiri bersama teman dan sekutu untuk memajukan keamanan dan nilai-nilai kemakmuran bersama kami di kawasan Indo-Pasifik, dan itu termasuk memperdalam hubungan kami dengan Partai Demokrat Taiwan,” kata Price.

Sementara itu, di Laut China Selatan, AS mengirim armadanya yang dipimpin oleh kapal induk USS Theodore Roosevelt untuk melakukan misi kebebasan navigasi pada 24 Januari lalu.

Tolak China di Laut China Selatan
Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China pada masa pemerintahan presiden Joe Biden sepertinya bakal makin panas.. Kali ini pemerintahan Biden resmi menyatakan menolak klaim Xi Jinping atas Laut China Selatan (LCS).

Hal tersebut terungkap saat Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin, Rabu (27/1/2021). Filipina merupakan salah satu sekutu AS yang bertika soal laut dengan China.

Departemen Luar Negeri mengatakan Blinken, menggarisbawahi bahwa AS menolak klaim maritim China di LCS. Apalagi karena itu melebihi zona maritim yang diizinkan untuk diklaim China berdasarkan hukum internasional.

“Menlu Blinken berjanji untuk mendukung penggugat Asia Tenggara dalam menghadapi tekanan China,” tegas Departemen Luar Negeri AS dikutip dari Reuters, Kamis (28/1/2021).

China mengklaim hampir semua LCS yang kaya energi dan juga merupakan jalur perdagangan utama. Bukan cuma Filipina, Brunei, Vietnam, Malaysia, dan Taiwan juga tegang karena tumpang tindih atas perairan ini.

Washington menuduh China memanfaatkan gangguan pandemic virus corona (Covid-19) untuk memperbesar kehadirannya di LCS. Manuver pemerintahan Biden ini semakin memberi signal bila AS tak akan merubah sikap keras ke China.

Hubungan AS dengan China memburuk di bawah mantan Presiden Donald Trump. Bukan cuma LCS, Washington dan Beijing tegang soal kebijakan China di Hong Kong, perlakuan Beijing terhadap minoritas Muslim di Xinjiang serta perdagangan dan teknologi.

Dua minggu sebelum lengser, pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi kepada pejabat dan perusahaan China atas dugaan provokasi di LCS. Salah satunya perusahaan minyak China CNOOC. (*/RM/CNBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.