Rabu, 8 Februari 23

Biadab! Kejam!! Pembantaian terhadap Muslim Rohingya Terus Berlanjut

Biadab! Kejam!! Pembantaian terhadap Muslim Rohingya Terus Berlanjut

Sally Smith, aktivis Amerika Serikat menjelaskan, di Myanmar tengah terjadi genosida dan pembantaian massal etnis Muslim.

Direktur NGO Nexus Foundation Park City negara bagian Utah, Amerika Serikat, Sally Smith saat diwawancarai televisi CNN mengatakan, kejahatan luas terhadap Muslim Rohingya di Myanmar terus berlanjut.

Menurutnya, militer Myanmar aktif membantai warga sipil Rohingya dan bahkan tak segan-segan menggunakan senjata otomatis untuk menarget perempuan dan anak-anak.

Seiring dengan meningkatnya kehadiran militer Myanmar di Provinsi Rakhin sejak awal Juli 2017 dan eskalasi penumpasan etnis Muslim, ribuan warga Muslim Rohingya meninggalkan rumah mereka serta mengungsi ke Bangladesh.

Provinsi Rakhin sejak tahun 2012 menjadi ajang kekerasan dan serbuan militer Myanmar serta ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya.

Aksi brutal ini hingga kini telah menewaskan ratusan orang. Sekitar 500 ribu Muslim Rohingya sejak dekade 1970 hidup di Bangladesh.

Sebelumnya, sekitar 400 orang Muslim Rohingya meninggal dunia dalam kejahatan terbaru pasukan militer Myanmar terhadap kelompok minoritas itu.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (1/9/2017), sekitar 38.000 Muslim Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar menyusul digelarnya operasi militer di Provinsi Rakhine.

“Pada 31 Agustus, 38.000 orang diperkirakan telah melintasi perbatasan menuju Bangladesh,” kata sejumlah sumber pada hari Jumat.

Operasi penumpasan militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya di Rakhine telah dimulai sejak 10 hari lalu dan masih terus berlanjut.

Sejak tahun 2012, Provinsi Rakhine selalu menyaksikan serangan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap warga Muslim Rohingya. Serangan itu membuat banyak orang Muslim meninggal dunia dan puluhan ribu lainnya mengungsi.

Sekitar 500.000 Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh sejak dekade 1970-an. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.