Rabu, 8 April 20

Biadab! Cina Bantai Warga Uighur

Biadab! Cina Bantai Warga Uighur
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

DARI hasil pantauan saya soal Uighur, ada dua pandangan ekstrem, dan keduanya menggunakan isu politik tunggal. Single issue politics. Sehingga mengabaikan adanya pola perang asimetris yang sedang dimainkan.

Pertama, yang memandang nggak ada masalah kok di Xinjiang. Uighur aman-aman aja kok. Nggak betul itu pemerintah Cina melakukan etnic cleansing.

Yang kedua, ini soal Islam. Dan Uighur itu warga Muslim. Maka ini benturan Cina versus Islam. Cina biadab. Hajar!

Kedua cara pandang dua kubu ekstrem ini, tanpa sadar bersepakat pada satu hal, mengabaikan adanya salah satu metode dalam penerapan perang asimetris. Yaitu false flag operation. Operasi bendera palsu. Yang pastinya false flag itu bikinan musuh dengan menggunakan agen-agen tanamnya di internal.

Pandangan kelompok pertama yang punya pandangan situasi Xinjiang dan Uighur aman-aman aja, jelas mengabaikan adanya operasi senyap elemen-elemen garis keras di Beijing, yang menanam agen-agen tandem kelompok sempalan Islam yang dicangkokkan ke tubuh masyarakat Uighur. Dan bersifat ekstem padahal arus utama muslim Uighur nggak seperti itu.

Kita tahu lah, sempalan-sempalan model ginian Amerika juga main dan punya banyak agen binaan untum bikin false flag operation.

Ketika kelompok kedua memandang ini adalah ulah Cina membersihkan Uighur yang bukan suku dominan Cina, menutup mata atas fakta bahwa splinter group di tubuh Uighur bisa digunakan alat sayap garis keras Cina buat membantai warga Uighur dengan dalih Uighur bermaksud melakukan gerakan separatis.

Maka itu, langkah taktis diplomatik kita adalah mendesak elemen moderat di Beijing agar mengerem petualangan sayap garis keras Cina yang fasis itu. Sebab bisa membahayakan kepentingan Cina jangka panjang.

Dengan begitu kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Cina, menurut saya, malah tepat momentumnya. Untuk membujuk elemen moderat Cina.

Sebagai sosok yan punya obsesi pada ukhuwah Islamiah, saya kira nggak masuk akal Prabowo menutup mata soal Uighur pas ke Cina.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.