Kamis, 1 Desember 22

BI: Tak Mudah Ubah Kebiasaan Buruk Pengusaha

BI: Tak Mudah Ubah Kebiasaan Buruk Pengusaha

Jakarta, Obsessionnews – Kebiasaan buruk para pengusaha di Indonesia menggunakan dollar Amerika Serikat (AS) pada transaksi di dalam negeri menuai kritik tajam dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara. Dia bilang, ini buruk bagi perekonomian nasional.

“Apakah kita ingin mempertahankan situasi yang tidak baik itu?,” kata dia di kantornya, di Jakarta, Jumat (7/8).
Mirza menegaskan, penggunaan dollar AS dalam transaksi keuangan di dalam negeri bakal terus menggerus kekuatan rupiah. Sebab pendapatan perusahaan yang beroperasi di Indonesia dihitung dalam bentuk duit Garuda. Makanya, untuk melakukan transaksi dengan valuta asing, harus lebih dulu menukarkan rupiah dengan dollar AS. Akibatnya, permintaan duit Paman Sam meningkat dan secara otomatis berdampak pada duit sendiri.

Kegemaran pengusaha menggunakan dollar AS, sudah terjadi sejak 30 sampai 40 tahun lalu. Saat dijumpai wartawan, Deputi Gubernur Senior BI ini mengakui, upaya merubahnya tidak cepat berhasil. Dalam kurun waktu itu pula, menurut Mirza transaksi jual beli properti, bahan baku tekstil dan barang dan jasa antar-korporasi di dalam negeri jumlahnya mencapai 7,2 miliar dollar AS.

Di negara lain, Mirza bilang penggunaan mata uang asing dalam transaksi lokal tidak dilakukan. Di Singapura, India dan Thailand, transaksi domestik memakai mata uang setempat. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.