Kamis, 6 Agustus 20

BI Klaim Telah Intervensi Untuk “Menyelamatkan” Rupiah

BI Klaim Telah Intervensi  Untuk “Menyelamatkan” Rupiah

Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan rupiah yang semakin terpuruk. Antara lain lewat intervensi ke pasar uang dan membeli sejumlah surat berharga. Namun, hanya mampu sedikit membuat rupiah menguat.

“Yang sudah kita lakukan, dalam konteks stabilisasi rupiah kita tentu berada di pasar dan melakukan intervensi di pasar valas,” ujar Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyonya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Perry menerangkan, intervensi dilakukan sebagai tugas BI melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar pergerakannya sejalan dengan fundamental, dan dampak penguatan dolar tetap terjaga.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah melakukan pembelian surat berharga negara (SBN) dari pasar sekunder, untuk melakukan stabilisasi di pasar.

“Dengan intensitas penekanan dolar ke rupiah lebih besar tentu intensitas intervensi valas maupun pembelian SBN dari pasar sekunder juga meningkat,” katanya.

Berkat upaya tersebut, Perry mengklaim, nilai tukar rupiah terhadap USD terus membaik. Bahkan, hari ini meski sempat menyentuh angka Rp12.900/USD, namun pada siang hari rupiah parkir di kisaran Rp12.700-an/USD.

“Mulai agak stabil di situ. Ini langkah yang kita lakukan dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah,” jelasnya.

Ke depan, BI juga akan melakukan pengelolaan likuiditas di pasar rupiah, agar tetap terjaga. Salah satunya dengan meningkatkan lelang di beberapa instrumen moneter, termasuk Surat Berharga Indonesia (SBI) 9 bulan.

“Esensinya BI akan melakukan stablitas pasar, kita akan dipasar, kita akan intervensi melalui valas, dan pembelian SBN di pasar skunder dan melakukan stabilitas di pasar rupiah. Rupiah ke depan akan lebih stabil,” tandasnya.

Related posts