Kamis, 30 Juni 22

Best Achiever In Regional Leader Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat)

Best Achiever In Regional Leader Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat)

Di bawah kepimimpinan Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, bergaung di tingkat nasional. Berkat tangan dinginnya, kabupaten tersebut mengalami kemajuan siginifikan terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Pria kelahiran 27 Mei 1989 itu mengisahkan ihwal dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati Dharmasraya lantaran keprihatinannya terhadap kondisi fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan soal pelayanan publik di kabupaten penghasil kelapa sawit tersebut. Karena itu, ketika ia terpilih menjadi Bupati Kabupaten Dharmasraya periode 2016-2021, ia bertekad berjuang untuk memberikan pelayanan terbaik untuk rakyatnya. Genap dua tahun sudah kepemerintahan Sutan Riska, berbagai gebrakan dan janji-janji kampanye yang telah diucapkan di tengah-tengah masyarakat telah direalisasikan satu persatu. Bahkan ia berhasil membawa orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden Jokowi untuk menginjakkan kaki dan bermalam di Kabupaten Dharmasraya.

Salah satu program, yakni membangun daerah pinggiran telah terwujud. Pada pemerintahan periode sebelumnya, nilai program yang masuk ke tiga kecamatan pinggiran, yaitu Kecamatan Timpeh, IX Koto dan Asam Jujuhan hanya berkisar Rp10 miliar. Pada masa kepemimpinan Sutan Riska, nilai progran meningkat drastis menjadi Rp45 miliar untuk masing-masing tiga kecamatan terisolir tersebut. Jalan yang dulu berlumpur, kini berubah menjadi hitam aspal dan beton. Kampungkampung yang dulu gelap, sekarang dialiri listrik dari kabel-kabel PLN yang sambung menyambung hingga pelosok negeri. Bahkan telepon seluler yang jarang berbunyi, kini bisa digunakan tanpa harus memanjat bukit karena bertambahnya tower-tower BTS.

Di bidang kesehatan, Sutan Riska melanjutkan pembangunan RSUD yang terbengkalai sejak 6 tahun terakhir, membangun puskesmas baru, meningkatkan pelayanan Puskesmas di perbatasan menjadi rumah sakit, mengganti alat-alat kesehatan di RSUD lama yang tidak pernah diperbarui sejak puluhan tahun RSUD itu berdiri. Selain itu, Sutan Riska menambah dokter spesialis, membuka pelayanan cuci darah dan menyebar tenaga kesehatan lebih merata dan proporsional ke daerah-daerah sesuai kebutuhan. Sutan Riska juga meningkatkan penyediaan obat di Puskesmas, penyediaan alat-alat labor, membangun labor cuci darah, menjadikan Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) lulus akreditasi dari lembaga akreditasi Kementerian Kesehatan RI.

“Dari sebelas kecamatan kita sudah ada 15 puskesmas dan satu puskesmas sudah terdaftar untuk dinaikan menjadi rumah sakit tipe D,” ujarnya. Lebih lanjut Sutan mengatakan, peningkatan layanan semua puskesmas tersebut, yaitu rawat inap supaya mengurangi pasien yang harus datang ke RSUD lantaran waktu tempuhnya bisa mencapai 4 jam. “Kesehatan itu kunci utama membangun peradaban. Sebelum saya menjabat, ada banyak kasus ibu melahirkan meninggal dunia di jalan menuju RSUD dari kampungnya. Beberapa faktor penyebab adalah akses jalan yang tidak layak, dan kurangnya tenaga berkompeten di daerah tersebut untuk memberikan penanganan dasar. Itu yang saya coba berantas dengan mengutamakan pembangunan daerah pinggiran,” imbuh Bupati definitiv ketiga Dharmasraya tersebut.

Dari data Dinas Pekerjaan Umum, selama dua tahun pemerintahan Sutan Riska, Pemkab telah membangun 19 jembatan dan 150 km meter jalan. Untuk mempercepat pembangunan, ia beserta jajaran aktif menjemput dana pusat sehingga pembangunan daerah pinggiran bisa diimbangi dengan maraknya pembungan daerah sentral. Misalnya pembangunan Ruang Terbuka Hijau, RSUD, Rumah susun, Jembatan Batanghari, Pasar Rakyat Modern, dan jalan lintas sumatera serta transportasi umum. Untuk infrastruktur, selain jalan dan jembatan, Sutan Riska juga memberikan berbagai bantuan untuk pembangunan jalur produksi dan irigasi, salah satunya mendorong setiap kecamatan yang memiliki banyak air untuk membuat kolam ikan.

Pemkab Dharmasraya juga memanjakan petani dengan banyak bantuan yang diberikan, seperti optimal layanan sarana prasarana pertanian, peningkatan dan perluasan jaringan irigasi, pelaksanaan cetak sawah, penyediaan pupuk dan pestisida serta pemberian bantuan alat-alat mesin pertanian pada kelompok tani. Tujuannya untuk sumber kehidupan dan perekonomian yang baik. Beragam perbaikan pasar, hal itu sesuai dengan keinginan Presiden untuk membuat pasar rakyat yang modern, “Nah, tahun 2017 kita dapat tipe C sama tipe D. Insya Allah, tahun 2018 ini kita dapat dua tempat untuk dibuatkan pasar. Dari sebelas kecamatan sekarang sudah ada tiga pasar modern sehingga pembeli dan penjualnya nyaman,” tuturnya. Pencapaian  lain yang ia torehkan selama memimpin Dharmasraya, yakni di bidang pendidikan, ia telah mengeluarkan kebijakan tentang sekolah gratis di mana pada layanan pendidikan di seluruh tingkatan baik SD maupun SLTP tidak dibenarkan melakukan pemungutan dalam bentuk apapun. Untuk biaya operasional sekolah, Pemkab menggantikannya dalam bentuk bantuan khusus operasional sekolah dimana untuk PAUD dan TK sebesar Rp25 juta, Sekolah Dasar sebesar Rp50 juta, untuk SMP sebesar Rp75 juta. Memberikan kemudahan kepada masyarakat Dharmasraya, ia tengah mempersiapkan inovasi yang akan dirilis tahun ini, yaitu Sinar (Sistem Informasi Nagari) yang nantinya akan mempermudah dan meningkatkan kualitas pelayanan kependudukan dan catatan sipil pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

“Kita ada 52 nagari/desa dengan kemajuan teknologi zaman now, pemerintah daerah harus mempunyai inovasi yang bagus. Di setiap nagari sudah punya website, kita tinggal klik Sinar akan sinkron ke kabupaten sehingga data dari nagari semua terkoneksi ke kabupaten, contohnya membuat surat izin, KTP, KK, dan lain-lain untuk mendapat rekomendasi tinggal klik saja! Itu sangat memudahkan,” ujarnya. Sutan Riska menjelaskan soal keterbatasan APBD yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pembangunan daerahnya. Dari hasil Musrembang, Dharmasraya butuh dana Rp2,5 triliun untuk pembangunan tiap tahunnya, Sementara APBD hanya mampu sekitar Rp500 miliar. “Angka 500 itu masih jauh kurang dari kebutuhan kita. Makanya salah satu upaya kita adalah aktif berkomunikasi dengan kabinet kerja Pak Presiden Jokowi. Alhamdulillah, Pak Presiden telah membantu banyak Dharmasraya, bahkan beliau sudah datang langsung ke Dharmasaya dan bermalam di sini. Semoga ke depan Dharmasraya lebih berkembang dan mendapat perhatian pusat. Bagi saya, membangun Dharmasraya adalah membangun Indonesia,” pungkasnya. (Naskah: Iqbal R., Foto: Edwin B / Istimewa)

 

Artikel ini dalam versi cetak dapat dibaca di Majalah Men’s Obsession Edisi Maret 2018.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.