Selasa, 6 Desember 22

Best Achiever In Company PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk

Best Achiever In Company PT Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) Tbk

Kehadirannya sejak tahun 1895 menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat tanah air. Hingga kini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk masih bersinar dengan pencapaian kinerja yang gemilang. Sepanjang tahun 2017, Bank BRI mampu membukukan laba bersih secara konsolidasi senilai Rp29,04 triliun dengan penyaluran kredit yang juga mengalami pertumbuhan 11,4%. Bank BRI juga menghukuhkan diri menjadi bank terbesar di Indonesia, di mana aset BRI tercatat Rp1.126,2 triliun di akhir 2017 atau tumbuh sebesar 12,2%.

 

Jika disodorkan sebuah pertanyaan, “Bank apa yang paling banyak nasabahnya di Indonesia?” atau “Bank apa yang paling digandrungi masyarakat daerah di Indonesia?” Kira-kira apa jawaban Anda? Boleh jadi, top of mind Anda adalah Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI). Apa pasal? Sejak zaman baheula, masyarakat tanah air sudah sangat familiar dengan bank milik pemerintah ini. Maklum saja, Bank BRI telah ada sejak 16 Desember 1895. Sejak saat itulah, Bank BRI yang didirikan Raden Bei Aria Wirjaatmadja di Purwokerto, Jawa Tengah, ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat tanah air. Dan hingga kini, kepercayaan masyarakat terhadap Bank BRI tetap terjaga. Menilik kepercayaan yang begitu besar dari nasabahnya, tak heran jika Bank BRI terus melakukan breakthrough di setiap lininya. Termasuk, tentu saja, peningkatan di sektor aset dan laba perusahaan. Hebatnya, target Bank BRI untuk memiliki aset sebesar Rp1.700 triliun dan laba sebesar Rp50 triliun pada tahun 2022, sepertinya tak terlalu muluk. Apalagi jika melihat capaian target tiap tahunnya yang relatif meningkat.

 

Untuk meretas jalan capaian target itu, Bank BRI sudah mencanangkan peta jalan (roadmap) yang berisikan rencana jangka panjang BRI dari tahun 2018-2022. Peta jalan pertama berisikan mengenai pengembangan segmen mikro yang semula diproses secara manual akan menjadi digital sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Selanjutnya, Bank BRI juga akan meningkatkan manajemen risiko dalam pengembangan bisnis konsumer, sehingga rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) bisa ditekan rendah. Sementara itu, untuk segmen korporasi akan dipacu peningkatan profitabilitasnya. Sementara melalui pengembangan bisnis mikro, Bank BRI akan meningkatkan kontribusinya menjadi 40% pada tahun 2022.

 

Ya, bukan jalan mudah memang untuk mencapainya, meski diyakini Bank BRI bisa melakukannya. Terlebih lagi jika melihat kinerja cemerlang Bank BRI di sepanjang tahun buku 2017. Tercatat, Bank BRI membukukan laba bersih secara konsolidasi senilai Rp29,04 triliun atau tumbuh 10,7% year on year (yoy). Perolehan laba tidak terlepas dari penyaluran kredit BRI yang tumbuh double digit dan berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Tercatat penyaluran kredit Bank BRI secara konsolidasi hingga akhir Desember 2017 sebesar Rp739,3 triliun atau tumbuh 11,4% dibandingkan penyaluran kredit pada posisi akhir Desember 2016 yang mencapai Rp663,4 triliun.

 

Penyaluran kredit BRI masih didominasi oIeh kredit kepada segmen UMKM yang mencapai 74,6% dari total portofolio kredit Bank BRI. Capaian ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo, di mana perbankan diharapkan menjalankan fungsi intermediasinya dengan memberdayakan para pelaku usaha mikro dan kecil. Sepanjang 2017, perseroan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp69,4 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur baru, sebesar 41% telah digunakan untuk sektor produktif. Dan di tahun 2018, pertumbuhan kredit ditargetkan tumbuh menjadi 10-12%. BRI juga menargetkan porfotolio kredit UMKM terus meningkat hingga mencapai 80% dari total keseluruhan kredit Bank BRI. Loan to deposit ratio (LDR) konsolidasian Bank BRI pun berada di kisaran angka yang ideal, yakni sebesar 87,8%. Sementara itu, NPL gross konsolidasian pada akhir Desember 2017 terjaga di kisaran 2,2%.

 

Berbagai pengakuan pun datang, baik dari dalam negeri maupun dari kancah internasional. Teranyar, Bank BRI dinobatkan oleh Euromoney sebagai ‘The Best Bank in Indonesia For Private Banking: Succession Advice and Trust’. Penghargaan diserahkan di London pada Kamis, 22 Februari 2018. Survei dari penghargaan tersebut diselenggarakan pada periode 15 Agustus 2017 hingga 13 Oktober 2017 dan melibatkan lebih dari 2.000 bank di seluruh dunia. Euromoney merupakan majalah ekonomi terkemuka di dunia yang didirikan pada 1969 dan berpusat di London, Inggris. Penghargaan dipastikan sebagai bentuk pengakuan dunia internasional atas prestasi Bank BRI, utamanya dalam hal pengelolaan kekayaan nasabah (Wealth Management).

 

Hingga Januari 2018, jumlah nasabah prioritas Bank BRI tercatat lebih dari 49.000 orang dengan total dana kelolaan senilai Rp83 triliun. Potensi bisnis wealth management di Indonesia dinilai masih sangat besar. Berdasarkan statistik, jumlah High Net Worth Individuals (HNWI) meningkat sekitar 7,5% per tahun. Angka ini tentu memacu adrenalin semangat orang-orang hebat di dalamnya. Tak heran jika optimistik dipancangkan di tahun 2018 ini untuk menambah nasabah prioritas hingga 55.000 nasabah dengan dana kelolaan mencapai lebih dari Rp91 triliun. Manajemen Bank BRI memang tak main-main di sektor ini. Untuk memberikan layanan terbaik bagi Bank BRI Prioritas yang berada di seluruh Indonesia, Bank BRI terus melakukan perluasan jaringan outlet/service point priority banking. Saat ini Bank BRI memiliki 139 outlet Sentra Layanan BRI Prioritas (SLP) dan Priority Lounge yang ekslusif dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang menunjang digunakan sebagai business meeting lounge para nasabah terpilih. Luar biasa! (Naskah: Imam F., Foto: Istimewa)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.