Selasa, 6 Desember 22

Best Achiever In Ceo State Owned Enterprises Maryono (Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (PERSERO) TBK)

Best Achiever In Ceo State Owned Enterprises Maryono (Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (PERSERO) TBK)

Bicara tentang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, nama Maryono begitu melekat. Pasalnya, dialah sosok yang sukses mengawal transformasi bank yang dulunya bernama Bank Tabungan Pos itu naik kelas. Melalui transformasi bisnis, infrastruktur, dan human capital (SDM), bank yang masuk urutan ke-6 sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia semakin mendekati The World Class Mortgage Bank.

Di bawah nakhoda Maryono, Bank BTN konsisten mencetak kinerja cemerlang. Sepanjang 2017, Bank BTN meraih laba bersih Rp3,02 triliun naik 15,59% bila dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya sebesar Rp2,61 triliun. Pencapaian tersebut ditopang kinerja perusahaan dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan Bank BTN yang naik 21,01% menjadi Rp198,99 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp164,44 triliun. “Pertumbuhan kredit tersebut tercatat berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia menunjukkan per Desember 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh 8,2% year on year (yoy),” tutur Maryono. Sepanjang 2017 perusahaan juga telah menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp192,95 triliun. Angka ini naik 20,45% dari Rp160,19 triliun pada kuartal lV/2016. Pertumbuhan simpanan masyarakat tersebut Iebih tinggi di atas rata-rata perbankan nasional yang hanya naik 8,13% yoy.

Berbagai strategi dilakukan Bank BTN dalam meningkatkan DPK, di antaranya menggerakkan produk tabungan, giro, dan deposito di masyarakat (produk ritel). Produk tabungan yang terus digiatkan Bank BTN antara lain, Tabungan BTN Batara, Tabungan BTN Cermat, Tabungan BTN Junior, Tabungan BTN Juara, dan Tabungan BTN Prima. Sedangkan produk giro yang dipasarkan adalah Giro BTN dan Giro Valas BTN. Produk deposito yang dipasarkan, antara lain Deposito BTN dan Deposito BTN Valas. Cara lain yang dilakukan Bank BTN dalam menghimpun DPK adalah menerbitkan obligasi, medium term notes (MTN), dan penerbitan pinjaman bilateral serta sekuritisasi aset. Terkait non performing loan (NPL), Bank BTN terus menjaga NPL agar di bawah ketentuan OJK. Bahkan, saat ini NPL Bank BTN jauh di bawah ketentuan OJK. Ada dua cara yang dilakukan Bank BTN dalam menekan NPL, yakni menggunakan early warning system (EWS) yang telah diberi kredit terus dilakukan supervisi agar tidak terjadi kredit macet dan terus melakukan perbaikan pada kreditkredit bermasalah agar kembali ke jalur hijau sehingga kualitas NPL terus sehat.

Maryono mengungkapkan pertumbuhan perusahaan dengan kode emiten BBTN juga dipengaruhi upaya perseroan melakukan transformasi dan inovasi dalam menjalankan bisnisnya. Salah satunya program Satu Juta Rumah yang digagas pemerintah. Berbagai strategi dilakukan Bank BTN untuk mendukung program pemerintah tersebut agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki rumah layak huni, seperti menetapkan visi dan misi baru untuk lebih fokus dalam menyukseskan program Satu Juta Rumah. “Perseroan akan tetap berusaha menjadi pemeran utama program satu juta rumah. Dengan visi dan misi baru perseroan berharap akan menjadi lebih fokus dalam memberikan dukungan tersebut, termasuk dalam memenuhi kebutuhan jasa keuangan keluarga,” ungkapnya.

Bank BTN telah menyiapkan berbagai jurus jitu untuk mempermudah dan mempercepat proses layanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal layanan KPR. Misalnya dengan menyediakan layanan portal yang bisa diakses 24 jam. Dengan layanan ini, semua approval kredit rumah dapat diproses lebih cepat. Selain itu, Bank BTN terus memperluas jaringan, antara lain menggandeng PT Pos Indonesia dalam penyediaan outlet-outlet Bank BTN di PT Pos Indonesia, serta membuat outlet mobile agar semakin dekat dengan masyarakat. Bank BTN juga membangun housing financial center, yakni sebuah unit yang disebut biro riset. Inisiatif ini menjembatani kebutuhan masyarakat akan informasi lokasi dan harga rumah di berbagai pelosok Tanah Air.

Bank BTN pun mempercepat proses pembiayaan kepada nasabah. Misalnya, approval KPR dapat diputus dalam lima hari kerja, sehingga nasabah bisa dengan cepat mendapat kepastian pengajuan KPR-nya. Percepatan ini menggunakan sistem digital banking. Melalui digital banking ini, Bank BTN juga mengoptimalkan peran kantor wilayah dan kantor cabang di seluruh Indonesia. Di masa transformasi seperti sekarang ini, Bank BTN secara terus-menerus memberikan pelatihan kepada SDM. Sebab, peningkatan skill SDM sangat penting agar SDM BTN bisa memenuhi ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi. Lebih lanjut Maryono menuturkan, Bank BTN akan mendorong bisnis perseroan tahun 2018 akan tetap ekspansif. Pertumbuhan bisnis tetap akan diharapkan tumbuh sustainable dan berada di atas rata-rata industri nasional. “Rekam jejak pertumbuhan bisnis BTN dapat terjaga secara sustainable dalam tiga tahun ke belakang dan ini akan kita lanjutkan agar tetap terjaga pada bisnis tahun 2018,” tegasnya.

Di tahun Anjing Tanah ini, Bank BTN akan fokus pada tahapan transformasi digital banking yang masuk pada tahapan kedua. Ini menjadi momentum penting bagi Bank BTN karena 2018 seluruh infrastruktur pendukung transformasi digital banking diharapkan sudah dapat diimplementasi untuk melayani masyarakat secara mudah dan cepat. Untuk mendukung transformasi digital banking tahap kedua, Bank BTN sudah mempersiapkan infrastruktur pendukungnya dengan menciptakan platform baru. Platform ini nantinya akan menunjang kebutuhan perseroan dalam menerbitkan produk baru seperti kartu e-money, kartu kredit dan QR Payment. Lahirnya produk-produk baru itu akan berdampak pada meningkatnya perolehan fee base income perseroan yang ditagetkan tahun ini naik sekitar 30%. Maryono menambahkan tahun ini, Bank BTN juga akan menambah jumlah kantor cabang. “Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan potensi sektor perumahan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Penambahan kantor cabang bisa dilakukan dengan meningkatkan status kantor cabang pembantu dan kantor kas. Jadi tidak harus membuka kantor baru yang berbiaya tinggi,” katanya. Dengan berbagai strategi tersebut, Maryono berharap aset Bank BTN dapat tumbuh menjadi sekitar Rp500 triliun dalam beberapa tahun mendatang. (Naskah: Giattri F.P., Foto: Sutanto/Dok. Bank BTN)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.