Jumat, 6 Desember 19

Besaran UMP Belum Juga Ada Titik Temu

Besaran UMP Belum Juga Ada Titik Temu

Jakarta – Rapat yang membahas penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2015 kembali digelar hari ini. Namun belum juga mencapai kata sepakat besaran UMP.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta, Priyono, mengatakan rapat serupa yang digelar kemarin belum berhasil mencapai kata sepakat. Sehingga rekomendasi besaran UMP belum juga diberikan kepada Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Rapat kemarin, lanjut Priyono, gagal mencapai kata sepakat lantaran pihak pengusaha dan buruh masih sama-sama ngotot dengan tuntutannya masing-masing.

“Kemarin cukup alot juga karena rapat sampai berjam-jam tanpa ada keputusan. Rapat akan dilanjutkan siang nanti,” ujarnya kepada wartawan di Balaikota ,Jakarta, Kamis (13/11/2014).

Sementara itu, Anggota Dewan Pengupahan dari unsur pengusaha, Sarman Simanjorang mengakui masih alotnya masing-masing pihak, bertahan di tuntutannya. Pihaknya tetap bertahan agar UMP 2015 sebesar Rp 2.538.174,31 atau setara dengan nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Kalaupun ada penambahan sesuai ketentuan pada pasal 88 ayat 4 UU Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan dan pasal 3 ayat 1 Pemenakertrans No 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum yaitu memperhatikan pertumbuhan ekonomi.

“Karena formula belum ketemu maka sidang dewan pengupahan siang dan malam hari kemarin masih belum dapat memutuskan UMP 2015,” ujar Sarman.

Sarman menuturkan, unsur Serikat Pekerja mengusulkan formulasi UMP 2015 terdiri dari KHL 2014, produktivitas, pertumbuhan ekonomi, inflasi 2015 dan kompensasi kenaikan harga BBM dan transportasi.
Buruh minta UMP sebesar Rp 3.574.178,36 dengan pertimbangan perubahan nilai konversi Februari-Oktober 2014.

Selain itu juga mempertimban nilai inflasi dan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan hidup daerah penyangga, kenaikan BBM, dan kompensasi transportasi akibat kenaikan BBM. (Pur)

 

 

Related posts