Selasa, 14 Juli 20

Berwisata ke Rumah Kamera Terbesar di Dunia

Berwisata ke Rumah Kamera  Terbesar di Dunia

Magelang – Anda tentu sudah mengenal Candi Borobudur, bukan? Ya, candi terkenal di dunia ini berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tak jauh dari kawasan candi terdapat sebuah rumah yang bangunannya sangat unik. Orang-orang menyebutnya rumah kamera, karena bentuknya mirip sebuah kamera. Hanya saja ukurannya lebih besar dari kamera-kamera yang sudah ada.

Faktor keberuntunganlah yang membuat si pemilik rumah kamera, Tanggol Angien Jatikusumo, memiliki ide membangun rumah ini hingga dikenal masyarakat luas, baik warga sekitar maupun pengunjung dari luar daerah dan mancanegara . Pria yang akrab disapa Tanggol ini ingin menjadikan desa tempat ia tinggal menjadi desa seni, karena dia sendiri merupakan maestro di dunia seni, terutama seni lukis.

Rumah kamera dibangunnya tahun 2013. Dari desain hingga pembuatan diaturnya sedemikian rupa hingga mewujudkan hasil yang manis. Pembangunannya memakan waktu setahun, dan akhirnya rumah kamera bisa dinikmati para wisatawan. Selain Candi Borobudur, tujuan para pelancong adalah ke rumah kamera. Rumah kamera yang letaknya strategis bisa dinikmati sebagai objek wisata atau sekadar hanya ingin berfoto di luarnya saja.

Tanggol Angien Jatikusumo
Tanggol Angien Jatikusumo

Bangunannya setinggi 20 meter. Jika Anda ingin sampai di atas atau ujung kamera, Anda bisa melihat Candi Borobudur dengan jelas. Di sini Anda bisa menikmati Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Andong, Gunung Punthuk Setumbu, dan perbukitan Menoreh yang letaknya tidak jauh dari rumah kamera.
Rumah kamera berlokasi di Jalan Majaksingi nomor 8, Borobudur, Kabupaten Magelang. Sekitar 800 meter arah selatan candi Borobudur.

“Idenya berawal dari sebuah kamera yang saya miliki. Saat itu saya sedang membersihkan kamera itu. Dan seketika timbul ide saya ingin membuat kamera tapi dalam bentuk apa. Akhirnya rumah yang saya tempati ini saya buat bentuknya seperti kamera,” kata Tanggol kepada Obsessionnews.com,Rabu (14/1/2015) siang.

Pemandangan dari pucuk rumah kamera
Pemandangan dari pucuk rumah kamera

Pria yang pernah tinggal di Bali ini mengatakan, ia pada dasarnya suka dengan seni. Sejak kecil Tanggol memiliki jiwa seni yang tinggi. Didukung orang tuanya, Tanggol berkecimpung di dunia senile lukis. Tahun 1967 dia pertama kali menjual hasil lukisannya, dan sejak itu karya-karyanya dijual ke luar kota dan mancanegara. Di hari Minggu Tanggol sering mengajar melukis kepada anak-anak desa setempat.

Di dalam rumah kamera ini terdapat galeri yang berada di lantai satu dan dua hingga menuju ke pucuk rumah. Lukisan-lukisan Tanggol dan beberapa lukisan milik temannya meramaikan rumah kamera. Di pucuk rumah kamera selain bisa menikmati keindahan alam, pengunjung juga bisa menimati fasilitas yang satu ini. Ya, gembok cinta, seperti yang ada di Paris dan Korea. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, di rumah kamera pun pengunjung bisa menikmati fasilitas yang unik ini.

Gembok cinta
Gembok cinta

Masih satu kawasan dengan rumah kamera, pengunjung bisa menikmati yang namanya selfie paradise. Berfoto dengan beberapa koleksi tiga dimensi yang dimiliki rumah kamera.

Rata-rata pengunjung yang datang ke rumah kamera ini mencapai 200 orang per hari. Apalagi saat musim liburan lebih banyak lagi tentunya. “Antusiasme pengunjung yang datang sangat tinggi. Bahkan pernah ada wisatawan asing yang bilang kalau rumah kamera ini terbesar di Indonesia dan dunia,” imbuhnya.

Di masa depan Tanggol ingin menambah fasilitas yang lebih menarik,dan salah satunya dengan membuat panggung kesenian seperti pentas sendratari, kesenian jatilan, kuda lumping, dan keroncong. Tentunya tetap berkaitan dengan seni. Karena baginya Indonesia kaya akan kebudayaan, terutama yang bersifat kedaerahan itu sangat penting.

Jika ingin berkunjung ke rumah kamera, Anda bisa melalui candi Borobodur ke arah selatan. Sekitar 800 meter kiri jalan Anda sudah bisa menemukan objek ini. Rumah kamera bisa menjadi tujuan wisata Anda setelah candi Borobudur. Rumah kamera buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 08.00-17.00 WIB. (Anissa Nurul Kurniasari)

Related posts