Senin, 16 Desember 19

Bertemu Sekjen PBB, Jokowi Nyatakan Tidak Setuju Perangi ISIS dengan Kekerasan

Bertemu Sekjen PBB, Jokowi Nyatakan Tidak Setuju Perangi ISIS dengan Kekerasan

Jakarta – Presiden Jokowi menyatakan tidak setuju penggunaan kekerasan dalam memerangi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Jokowi ingin supaya PBB lebih mengutamakan pendekatan budaya dan keagamaan, cara mana yang dilakukan Indonesia.

“Saya kira itu lebih mempunyai dampak yang jelas, karena kalau kekerasan dilawan kekesaan akan menimbulkan kekerasan yang lain,” ujar Jokowi saat bertemu Sekjen PBB Ban Ki Moon di hotel Hilton, Nay Pyi Taw Myanmar, Kamis (13/11/2014).

Jokowi dan Ban Ki Moon berada di Nay Pyi Taw untuk menghadiri KTT ke-25 ASEAN dan Asia Timur. Saat pertemuan keduanya, Ban Ki Moon meminta Indonesia ikut bersama negara-negara lain bantu memerangi ISIS.

Jokowi mengatakan, Indonesia sudah berperan dalam memerangi ISIS. Namun metode yang didugakan berbeda dengan AS dan Sekutunya yang selalu menggunakan kekerasan. Indonesia menurut Jokowi mengutaman pendekatan budaya dan keagamaan.

“Kita sampaikan bahwa indonesia sudah memulai itu dan kita mempunyai pendekatan yang berbeda kalau yang lain mungkin pendekatan keamanan,” kata Jokowi.

ISIS adalah kelompok Islam radikal yang mencaplok banyak wilayah di Suriah timur serta Irak utara dan barat. Strategi brutalnya, termasuk pembunuhan massal dan penculikan anggota kelompok keagamaan dan suku, di samping pemenggalan tentara dan wartawan, memicu kekhawatiran dan kemarahan di dunia dan campur tangan militer Amerika Serikat.

Kelompok ini berkeinginan mendirikan sebuah “khilafah”, sebuah negara yang dikuasai satu pemimpin keagamaan dan politik menurut hukum Islam atau syariah. (Has)

 

Related posts