Sabtu, 24 Oktober 20

Bertemu Pimpinan DPR, Ulama Minta Al Khaththath Dibebaskan

Bertemu Pimpinan DPR, Ulama Minta Al Khaththath Dibebaskan
* Para ulama dan Ketua Umum Parmusi Usamah menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR, Senin (17/4/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Sejumlah ulama dari berbagai ormas Islam melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Nusantara III, DPR/MPR, Senin (17/4/2017). Pertemuan ini secara khusus membahas mengenai kasus dugaan makar yang menjerat Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath.

Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Ahmad Mihdan mengatakan, pihaknya meminta kepada pimpinan DPR untuk segara berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna melakukan penangguhan penahanan terhadap Al Khaththath. Sebab, para ulama menilai tuduhan makar terhadap Al Khaththath adalah tidak benar.

“Kami melihat penegakan hukum bila berhadapan dengan umat Islam terlihat tajam, tapi kalau itu di luar Islam terkesan tumpul. Misalnya dalam kasus Al Khaththath‎, kami melihat tuduhan makar ini jauh dari kenyataan dan mengada-ada,” ujar Mihdan kepada Fadli Zon.

Mihdan sangat menyesalkan mengapa semenjak kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pemerintah justru sangat membenci kelompok Islam. Satu-persatu ulama dan tokoh Islam dijadikan tersangka dan dituduh melakukan kejahatan. Padahal, jelas yang salah adalah Ahok.

“Diskriminasi hukum terhadap umat Islam sudah jelas terlihat. Aswendo yang dulu pernah membuat polling tentang Nabi Muhammad saja langsung ditahan. Sementara dalam kasus Ahok, tidak,” katanya.

Demikian juga dalam kasus makar seperti yang dituduhkan polisi terhadap ‎Al Khaththath‎. Mihdan mempertanyakan mengapa polisi merespons begitu cepat. Sementara di luar banyak organisasi yang terang-terangan menyatakan ingin mendirikan negara dibiarkan, seperti gerakan sparatis di Papua, yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Ini yang tidak ada bukti langsung ditahan, sementara saya dapat informasi mereka yang di Papua sudah jelas mengirimkan surat kepada pemerintah menyatakan ingin mendirikan negara federal, sudah lengkap bentuk pemerintahannya ada nama presidennya, dan aparat hukumnya. Tapi tidak ditangkap,” katanya.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisjam yang ikut hadir dalam pertemuan itu berusaha menjelaskan duduk persoalan yang kini tengah menjerat ‎Al Khaththath‎. Menurutnya, tuduhan bahwa Al Khaththath‎ akan menunggangi aksi 313 untuk menjatuhkan pemerintahan adalah tidak benar.

“Pertama saya ingin tegaskan, bahwa agenda aksi 313 tujuannya hanya satu, yakni copot Ahok sebagai gubernur karena sudah berstatus terdakwa. Jadi tidak ada tafsir lain selain copot Ahok,” ungkap Ketua Umum Parmusi.

Usamah yang ikut dalam kepanitiaan aksi 313 bersama ‎Al Khaththath‎ sebelum aksi dimulai menjelaskan, dirinya bersama para ulama memang kerap melakukan pertemuan atau rapat. Namun, rapat tersebut tidak ada pembahasan mengenai rencana maka. Yang ada, kata dia, menuntut agar Ahok dicopot sebagai Gubernur DKI.

“Peristiwa 313 memang dirancang oleh kami untuk melakukan desakan gugatan kita agar terpenuhi yakni mencopot Ahok sebagai gubernur.‎ Masa‘ rapat ulama dibilang makar, ini tuduhan yang tidak logis. Saya tahu itu,” terangnya.

Usamah menjelaskan, Parmusi menjadi salah satu ormas Islam yang konsisten meminta Ahok ditahan. Usaha itu dilakukan Parmusi dengan berkirim surat kepada Presiden Jokowi. Selain itu, Parmusi juga sudah mengajukan gugatan ke PTUN menuntut agar Ahok dicopot dari gubernur karena sudah berstatus terdakwa.

“Aksi itu dalam rangka mendesak kepada pemerintah agar gugatan dan permohonan kita untuk memberhentikan Ahok dipenuhi. Ini harus dipahami bersama, tidak ada makar, karena kita sudah menyampaikan secara terbuka. Ada suratnya,” jelas Usamah.

Usamah juga menyesalkan sikap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan yang sudah berjanji akan membebaskan ‎Al Khaththath‎ usai aksi 313. Namun, tidak dilakukannya. “Saya sudah pernah berbicara sama Kapolda. Pak Iriawan bilang kalau aksi 313 dibubarkan jam 5 sore, besok paginya Al Khaththath‎‎ akan dibebaskan. Tapi kenyataan tidak, bahkan sampai sekarang,” tandasnya.

Untuk itu, Usamah bersama para ulama yang lain meminta kepada pimpinan DPR untuk segera mengambil sikap dengan mengirimkan surat kepada Presiden meminta penangguhan penahanan terhadap ‎Al Khaththath.‎ “Ini harus clear ada kejahatan negara terhadap ulama,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.