Rabu, 17 Agustus 22

Bersihkan Citarum, Pemprov Jabar Dapat Bantuan Bank Dunia Rp1,4 Triliun

Bersihkan Citarum, Pemprov Jabar Dapat Bantuan Bank Dunia Rp1,4 Triliun
* Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Foto; Republika)

Qatar, Obsessionnews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jabar mendapat bantuan dana dari Bank Dunia sebesar 100 juta dollar Amerika atau Rp 1,4 triliun untuk normalisasi sungai Citarum yang sudah tercemar karena limbah pabrik.

Ridwan mengatakan, kabar tecemarnya sungai Citarum sudah terdengar sampai ke dunia internasional. Untuk itu, ia pastikan akan melakukan perencanaan untuk membersihkan aliran sungai dari limbah dari hulu sampai hilir.

“Dana itu akan dipakai untuk edukasi, menyiapkan infrastruktur wilayah, lokasi pemilihan sampah, serta menyiapkan teknologi terkait sampah, termasuk fasilitas recycling plastik menjadi bahan bakar,” ujar Ridwan Kamil di Bandara Hamadi International Airport, Doha, Qatar, Minggu (26/5/2019).

Ridwan Kamil mengatakan, selain membuang sampah yang sudah tak bisa dipakai, pihaknya juga akan mendaur ulang sampah sehingga bisa mendapatkan hasil yang manfaat. Kemungkinan besar lokasinya berada di Kabupaten Bandung yang paling dekat dengan Citarum.

“Sementara untuk model teknologinya belum diputuskan. Kita sangat terbuka dengan ragam teknologi. Teknologi apa pun bisa dipakai, yang penting bisa menuntaskan masalah sampah,” kata pria yang akrab disapa Emil ini.

Jadi sorotan dunia

Terkait sampah di Jawa Barat, terutama di Citarum, Emil mengakui memang menjadi sorotan dunia. Apalagi di Bandung sendiri, jumlah sampah yang dihasilkan per hari mencapai 1.700 ton per hari.

Alasan itulah yang kemudian Bank Dunia memberikan dana untuk mengatasi sampah di bumi Parahiyangan ini.

“Selain itu, Citarum kan sudah masuk peraturan persiden. Jadi masalah sampah sudah menjadi atensi nasional bukan lagi nasional,” kata Emil.

Terkait progres penataan Citarum, Emil menyebutkan hasilnya luar biasa. Yang signifikan, kata dia, adalah masuknya TNI sebagai elemen besar dalam masalah teknis untuk membantu penataan Citarum.

“TNI menggunakan metode manunggal bersama rakyat. Mereka tidur di rumah penduduk dan bayar. Mereka mengedukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke Citarum,” kata dia.

Saat ini, lanjut Emil, di sepanjang Sungai Citarum sudah tidak ada lagi pemukiman. Hal itu salah satunya berkat kerja keras TNI untuk mengurangi limbah ke sungai. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.