Sabtu, 16 Oktober 21

Bersiasat di Tengah Pandemi

Bersiasat di Tengah Pandemi
* Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Dr. Dewi Tenty Septi Artiany, SH, MH, M.Kn, Doktor Ilmu Hukum, Alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Notaris, Pegiat Koperasi dan UMKM

 

Pandemi  sepertinya masih enggan pergi.

Penerapan kebijakan pemerintah dari mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) silih berganti, dengan harapan mempercepat enyahnya pandemi ini. Beberapa ahli mengatakan, bahwa pandemi setidaknya akan hilang dalam kurun waktu empat  tahun, tetapi untuk Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di dunia diperkirakan berakhirnya pandemi sampai dengan 10 tahun ke depan, hal ini benar-benar suatu keadaan yang memprihatinkan

Pandemi meluluhlantakkan semua lini kehidupan dalam masyarakat. Rontoknya sektor pariwisata ikut andil dalam mempercepat merosotnya perekonomian, dengan melemahnya supporting bisnis seperti penerbangan, hotel, mal, restoran, yang memberikan multiplier effect kepada jenis-jenis pekerjaan penunjang. Tidak hanya pada sektor pariwisata, sektor-sektor lain pun sangat banyak terkena imbas. Konon pandemi mengakibatkan hilangnya 85 juta pekerjaan  di dunia, yang berakibat pada berkurangnya tenaga kerja yang dibutuhkan. PHK menjadi solusi bagi para pengusaha. Lantas apa solusi bagi masyarakat korban PHK?

Mencari pekerjaan baru tentunya sama sulitnya, karena pada masa krisis global seperti ini kendala yang dihadapi oleh mayoritas pengusaha adalah sama, yaitu mengurangi tenaga kerja.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.