Rabu, 28 September 22

Berprestasi Cemerlang, Sri Mulyani Kembali Dipercaya Jadi Menteri Keuangan

Berprestasi Cemerlang, Sri Mulyani Kembali Dipercaya Jadi Menteri Keuangan
* Sri Mulyani. (Foto: Edwin B/OMG)

Memecat Petugas Korup

Sri Mulyani Indrawati, SE., M.Sc., Ph.D dilahirkan di Bandar LampungLampung26 Agustus 1962. Dia anak ketujuh dari seorang dosen universitas, Prof. Satmoko dan Retno Sriningsih.

Sri mendapatkan gelar dari Universitas Indonesia pada 1986. Ia kemudian memperoleh gelar Master dan Doctor di bidang ekonomi dari University Illinois at Urbana-Champaign pada 1992. Tahun 2001, ia pergi ke AtlantaGeorgia, untuk bekerja sebagai konsultan untuk USAID (US Agency for International Development) demi tugas untuk memperkuat otonomi di Indonesia. Ia juga mengajar dalam ekonomi Indonesia sebagai professor di Andrew Young School of Policy Studies di Georgia State University.  Dari tahun 2002 sampai 2004 ia menjabat sebagai direktur eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara.

Ia menikah dengan Tony Sumartono yang juga seorang ekonom dan kemudian mempunyai tiga anak.

Ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpilih menjadi Presiden pada tahun 2004, Sri ditunjuk menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di Kabinet Indonesia Bersatu. Setahun kemudian, yakni tahun 2005, Sri menjadi Menteri Keuangan.

Salah satu kebijakan pertamanya sebagai Menteri Keuangan ialah memecat petugas korup di lingkungan depertemen keuangan. Ia berhasil meminimalisir korupsi dan memprakarsai reformasi dalam sistem pajak dan keuangan Indonesia, dan mendapat reputasi sebagai menteri yang berintegritas. Dia berhasil meningkatkan investasi langsung luar negeri di Indonesia. Pada tahun 2004 di saat Presiden SBY mulai menjabat, Indonesia mendapat $4,6 miliar dari investasi langsung luar negeri. Tahun berikutnya berhasil meningkat menjadi $8,9 miliar.

Tahun 2006, hanya satu tahun setelah menjabat menteri, Sri disebut sebagai Euromoney Finance Minister of the Year oleh majalah Euromoney.

Selama masa jabatannya pada tahun 2007, Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6.6%, tertinggi sejak krisis finansial di Asia tahun 1997. Namun pada tahun 2008 pertumbuhan ekonomi menurun menjadi 6,%  akibat perlambatan dalam ekonomi global. Pada Juli 2008 Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Ekonomi.

Setelah SBY dipilih kembali menjadi presiden tahun 2009 Sri kembali ditunjuk menjadi Menteri Keuangan.

Pada tanggal 5 Mei 2010 Sri Mulyani ditunjuk menjadi salah satu dari tiga Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Pada 27 Juli 2016 Sri dipulangkan oleh Presiden Jokowi untuk kembali menjadi Menteri Keuangan. Kembalinya Sri Mulyani merupakan kejutan bagi banyak pihak dan dianggap sebagai salah satu langkah terbaik yang pernah diambil oleh Jokowi selama dia menjabat. Sri menjadi Menteri Keuangan di Kabinet Kerja hingga 20 Oktober 2019. Selanjutnya Jokowi kembali memberi kepercayaan kepada Sri melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Keuangan. (arh)

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.