Selasa, 18 Mei 21

Berkerumun, Pemilik Media Dihukum Penjara Karena Kritik China Komunis

Berkerumun, Pemilik Media Dihukum Penjara Karena Kritik China Komunis
* Jimmy Lai dikawal polisi. (Foto: BBC)

Hong Kong yang kini dikuasai rezim komunis China menghukum taipan pemilik media Jimmy Lai selama 12 bulan penjara karena mengkritik keras China.

Taipan bisnis Hong Kong yang juga aktivis pro-demokrasi dihukum 12 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah berkerumun secara tidak sah.

Lai adalah satu dari sejumlah aktivis yang dinyatakan bersalah di sidang pengadilan Jumat (16/4/2021), atas dakwaan terkait dengan protes pro-demokrasi pada 2019.

Taipan berusia 73 tahun ini adalah pendiri Apple Daily dan pengkritik keras Beijing.

Vonis ini ditetapkan di tengah langkah China daratan menekan kebebasan warga di Hong Kong.

Sembilan aktivis dihukum Jumat (16/4/2021), karena ikut serta dalam unjuk rasa pada 18 Agustus 2019. Tiga lainnya dihukum terkait protes terpisah pada 31 Agustus.

 

Jimmy Lai ditangkap Agustus tahun lalu dan kantor surat kabarnya digerebek oleh polisi atas tuduhan kolusi dengan kekuatan asing.

Ia menjadi sosok paling terkenal yang ditangkap berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang diberlakukan oleh China pada bulan Juni 2020.

Lai adalah suara pro-demokrasi terkemuka dan pendukung protes yang meletus tahun lalu.

Pada bulan Februari, pria yang juga memegang kewarganegaraan Inggris, didakwa dengan perkumpulan ilegal dan intimidasi.

Ia kemudian dilepaskan oleh polisi.

Media pemerintah China, Global Times, pada hari Senin menyebut Lai sebagai “pendukung kerusuhan” dan menuding surat kabarnya telah “memicu kebencian, menyebarkan desas-desus, dan mencoreng otoritas Hong Kong dan China daratan selama bertahun-tahun”.

Global Times juga melaporkan bahwa dua putra Lai serta dua eksekutif senior Next Digital juga telah ditangkap.

Puluhan polisi juga terlihat memasuki gedung surat kabar Apple Daily, menggeledah kantor-kantor di dalamnya.

Lai sempat dibawa melewati kantor-kantor dalam keadaan diborgol.

Polisi mengkonfirmasi di Facebook bahwa tujuh laki-laki berusia 39-72 telah ditangkap karena “dicurigai berkolusi dengan kekuataan asing” dan pelanggaran lainnya, tetapi tidak menyebut nama Lai. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.