Jumat, 24 September 21

Berkat Obama, Popularitas Eddy Kusnadi Sariaatmadja Melambung

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama hanya menemui dua orang selama berkunjung di Jakarta, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja.

Jumat (30/6/2017) malam Obama bahkan makan malam bersama Eddy di rumah Eddy , Jl Lumajang, Menteng, Jakarta, Pusat.

Keesokan harinya, Sabtu (1/7), Obama menjadi pembicara dalam Kongres Indonesia Diaspora Network (IDN) Global, bertajuk “Bersinergi Bangun Negeri.” Acara ini disponsori oleh Emtek dan BBM Indonesia. Dua perusahaan ini milik Eddy.

Berkat Obama, popularitas Eddy melambung. Berita tentang Eddy menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di Google Trends wilayah Indonesia Sabtu (1/7) hingga pukul 17.46 WIB berita tentang kunjungan Obama ke rumah Eddy dicari lebih dari 10.000 kali.

Eddy yang dilahirkan 11 Desember 1963 adalah pemilik Emtek Group dengan total kekayaan 730 juta dollar atau kurang lebih 7,3 trilliun rupiah. Dia pemilik dari SCTV dan Indosiar yang termasuk saluran televisi terbesar di Indonesia.

Kariernya dimulai dari teknologi. Eddy menyelesaikan kuliah teknik sipil dari University of New South Wales di Australia pada tahun 1978 serta S2 juga di bidang teknik pada tahun 1980. Berdasarkan kemampuan teknik yang kuat, Eddy memulai karier menjadi distributor komputer Compaq di Indonesia dengan bendera PT Elang Mahkota Teknologi, inilah cikal bakal Emtek Group. Seiiring berkembangnya teknologi komputer di Indonesia, maka Emtek Group juga berkembang semakin besar.

Tidak puas hanya dengan dunia komputer, Eddy melebarkan bisnisnya ke dunia hiburan. Dia mendirikan PT Surya Citra Media Tbk dengan merk utama SCTV. Menjadi salah satu saluran televisi swasta terbesar, SCTV menyumbangkan keuntungan sampai 1,82 trilliun pada pundi-pundi Emtek Group. Meskipun pada awalnya didirikan oleh Peter Gontha, Henry Pribadi, Sudwikatmono, Aziz Mochtar, dan Halimah Bambang Trihadmodjo, saat ini 78,69% saham SCTV telah dimiliki oleh Eddy.

Meskipun SCTV telah sukses besar di dunia pertelevisian tanah air,Eddy tidak berhenti di situ saja. Emtek Group memutuskan untuk melakukan akuisisi Indosiar dari Grup Salim. Keputusan akuisisi ini tidak aneh, mengingat Indosiar juga termasuk salah satu saluran televisi terbesar di tanah air. Dengan mengakuisisi Indosiar, maka Emtek Group praktis menjadi salah satu pemain besar dan saingan utama dari MNC Group dalam bidang pertelevisian tanah air.

Eddy juga mempunyai bisnis perkebunan bernama PT London Sumatra Plantation Tbk yang menghasilkan karet, kelapa sawit, kopi, kakao, dan lain-lain. Meskipun awalnya dipunyai oleh orang Inggris, 64,4% saham perusahaan ini telah dikuasai oleh Eddy. Dengan aset sebesar Rp 2,98 trilliun dan keuntungan hingga Rp 2 trilliun lebih, PT London Sumatra Plantation juga menjadi salah satu elemen terpenting bagi Eddy. Kabarnya, Grup Salim mau melepas Indosiar karena juga dibonuskan dengan beberapa persen saham PT London Sumatra Plantation ini.

Eddy menunjukkan bahwa membangun bisnis besar membutuhkan kesabaran dan kemampuan teknikal yang seimbang. Oleh karena itu, dia membangun bisnis teknologi terlebih dahulu yang sesuai dengan kuliahnya. Setelah itu dia juga terus menerus belajar, sehingga mampu mengembangkan bisnisnya ke bidang lain yang hampir tidak berhubungan yaitu televisi dan perkebunan. (@arif_rhakim dari berbagai sumber)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.