Minggu, 1 Agustus 21

Berkat Bantuan dari BRI, Para Siswa di Dompu Dapat Belajar dengan Nyaman

Berkat Bantuan dari BRI, Para Siswa di Dompu Dapat Belajar dengan Nyaman
* Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Faat 2 Banggo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Foto: bri.co.id)

Jakarta, obsessionnews.com – Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki kepedulian yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Program bantuan pembangunan sekolah dari Corporate Social Responsibility (CSR) BRI mampu melukiskan senyum di wajah para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Faat 2 Banggo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasalnya, berkat bantuan dari badan usaha milik negara (BUMN) tersebut kini ratusan siswa di Dompu dapat belajar dengan nyaman dan tenang. Mereka tak perlu khawatir lagi merasa kepanasan atau kehujanan saat sedang menuntut ilmu.

Setelah lebih dari satu dekade Yayasan Pendidikan Al-Faat Dompu, yang mengelola MI Al-Faat 2 Banggo berdiri, sekitar 170 siswa saat ini bisa belajar dengan nyaman. Berawal pada 2019, saat Yayasan yang dipimpin Muhasir mendapat bantuan pembangunan sekolah dari program BRI Peduli.

Bantuan itu digunakan untuk membuat gedung sekolah lebih layak pakai. Pembangunan kelas pun disegerakan agar pendidikan siswa makin optimal.

“Prosesnya dua bulan lebih untuk ruangan 2x7m bagi kelas 5 dan 6. Proses pembangunannya sudah pakai tembok dan ada lantainya, pokoknya standar bangunan sekolah (pada umumnya),” kata Muhasir dikutip obsessionnews.com dari situs bri.co.id,  Selasa (13/7/2021).

Bukan hanya pengurus yayasan, kebahagiaan tertular pula pada para siswa. Kini mereka bisa belajar dengan tenang dan nyaman. Biasanya ketika cuaca panas mereka sering menahan rasa gerah karena atap terbuat dari seng, begitupun saat musim hujan, muncul bocor di mana-mana.

Kini tambahan ruang kelas baru membuat kegiatan belajar jadi nyaman. Para siswa bisa menuntut ilmu dengan tenang dan menjadi lebih efektif.

“Sekarang ini bangunan sudah baru dan permanen, sehingga anak-anak lebih termotivasi untuk belajar termasuk guru-guru lebih nyaman dalam proses mengajar,” ujar Muhasir.

Sebelum mendapat bantuan dari BRI, kondisi gedung sekolah MI Al-Faat 2 Banggo memang tidak memadai.

“Bangunannya belum bangunan permanen, masih pakai papan dan bedeng serta ruangan masih beralaskan tanah. Kondisi yang ada, 4 ruang kelas  untuk menampung siswa kelas 1 sampai kelas 6. Tapi kami hanya bisa membangun dengan swadaya dan uang pribadi itu hanya 4 ruang kelas saja,” ungkapnya.

Dengan segala keterbatasan, di ruang kelas yang sederhana itu, para siswa berseragam putih dan merah menimba ilmu agama dan pengetahuan lainnya. Jumlah siswa pun terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Hal tersebut menjadi tantangan sendiri bagi pengelola yayasan yang memiliki keterbatasan sarana dan pra sarana. Kondisi yang serba terbatas mendorong pengurus yayasan memutar otak. Ide menerapkan sistem rolling atau bergantian dalam penggunaan kelas yang terbatas pun muncul.

“Kadang-kadang kami belajar di pohon yang tumbuh di pekarangan sekolah. Kalau kelas 1-2 gabung, kadang-kadang kalau matahari tidak terlalu panas kita ajak mereka belajar di luar kelas selama beberapa tahun, cukup efektif kok yang terpenting anak-anak bisa belajar sambil bermain,” kata Muhasir.

Sistem Belajar Selama Pandemi

Selama pandemi sistem belajar mengajar menerapkan sistem ganjil genap. Kelas ganjil 1, 3, dan 5 belajar pada Senin, Rabu, dan Jumat. Adapun kelas genap 2, 4, dan 6 belajar pada Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Hal itu dilakukan untuk mengikuti imbauan dari pemerintah. Selain itu agar para siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman karena meminimalisir penularan virus Covid-19.

“Kami melakukan kerja sama dengan komite dan orang tua, agar sekolahnya tidak lama di kelas sekitar 3 jam saja kemudian disuruh pulang. Kami menerapkan sistem ganjil genap. Sehingga ruangannya bisa kami pakai semua. Karena posisi duduk siswa kita jaga jarak,” terang Muhasir.

Dia menambahkan, dengan bantuan itu pihaknya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih yang besar. Ke depan dia masih berharap BRI bisa merenovasi 4 ruang kelas lainnya yang belum layak. Selain itu harapannya BRI bisa memberikan bantuan lain berupa lemari, kursi, meja, dan lemari untuk menyimpan buku bahan ajar para siswa di kelas.

Terkait hal tersebut Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto menuturkan, bantuan renovasi sekolah merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

BRI, kata dia, akan terus aktif mengambil peran memajukan pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan membantu memperbaiki sekolah-sekolah yang rusak. Sehingga sekolah menjadi tempat yang aman dan tempat belajar yang nyaman bagi generasi penerus bangsa.

“Kami menyasar sekolah-sekolah di berbagai pelosok daerah Indonesia. Harapannya, bantuan ini bisa memberikan solusi bagi ketersediaan infrastruktur sekolah yang lebih memadai sehingga akhirnya sekolah bisa menciptakan SDM unggul bagi kemajuan bangsa,” ujar Aestika. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.